“Kami tidak melarang masyarakat mencari nafkah, namun aktivitas perdagangan telah kami siapkan di lokasi relokasi/shelter resmi yang ditentukan. Jogging track adalah ruang publik mutlak untuk berolahraga dan pejalan kaki,” ujarnya.
Penataan jogging track juga menjadi bagian dari agenda lebih besar Pemkot untuk mengembalikan fungsi Kompleks Dadaha. Ke depan, penataan akan dilanjutkan pada ruang-ruang lainnya agar kawasan tersebut kembali menjalankan beragam fungsi, mulai dari kawasan olahraga, seni budaya, wisata, pembinaan generasi muda hingga ruang terbuka hijau.
“Kami memohon dukungan serta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat demi terwujudnya Kawasan Dadaha yang tertib, asri dan membanggakan bagi Kota Tasikmalaya,” katanya.(Firgiawan)
