Siapa Bamba Dieng? Striker Baru Andalan Lazio Pencetak Gol Terbaik di Liga Prancis

Bamba Dieng
Bamba Dieng  Foto: Tangkapan layar Instagram@dieng_ahmadu_bamba  
0 Komentar

Di bawah arahan Jorge Sampaoli, perannya kemudian semakin penting. Dieng mulai mendapatkan kesempatan bermain secara reguler dan menunjukkan kemampuannya sebagai penyerang yang agresif.

Pada musim 2021/2022, ia mencetak tujuh gol di Ligue 1. Salah satu golnya menjadi sangat terkenal karena lahir melalui tendangan salto spektakuler ketika Marseille menghadapi Strasbourg.

Gol tersebut bahkan dinobatkan sebagai gol terbaik Ligue 1 pada tahun tersebut.

Baca Juga:Pesan Gerry Cardinale untuk Super Agen Jorge Mendes: Tak Ada Diskon untuk LeaoJurnalis Italia: Inter Masih yang Terkuat, AC Milan Seperti AC Mendes 

Dieng memiliki gaya bermain yang membuatnya dapat beroperasi di beberapa posisi lini depan.

Ia merupakan penyerang tengah yang lincah, mampu bergerak dari belakang menuju kotak penalti dan memiliki kecepatan untuk mengeksploitasi ruang.

Menariknya, Dieng sebenarnya memulai karier sebagai pemain sayap ketika masih berada di Senegal.

Seiring perkembangan kariernya, ia bergerak semakin dekat dengan gawang dan akhirnya lebih sering bermain sebagai penyerang tengah.

Ia memang bukan tipe striker yang dikenal sebagai mesin gol. Selama bermain di Ligue 1, Dieng telah mencatatkan 111 pertandingan dengan 28 gol.

Akan tetapi, ada satu sosok yang sangat memengaruhi perkembangan dirinya sejak kecil, yakni Alexis Sanchez.

Kekaguman Dieng terhadap pemain asal Chile tersebut bahkan terbilang luar biasa.

Baca Juga:Aturan Baru Serie A Musim 2026/27: Pergantian Pemain Maksimal 10 Detik, VAR Diperketat Rodrigo Mora Datang, AS Roma Tawar Malick Fofana Rp800 Miliar

Ketika masih kecil, ia sering mengenakan jersey dengan nama Sanchez, menonton video permainannya dan mempelajari gerakannya.

Di sekolah sepak bola, Dieng bahkan sempat mendapat julukan “Sanchez Dieng” karena begitu mengidolakan mantan bintang Barcelona dan Arsenal tersebut.

Takdir kemudian mempertemukan keduanya di Marseille. Sanchez yang sebelumnya hanya menjadi idola Dieng akhirnya berubah menjadi rekan setim.

Dieng bahkan mengaku memperhatikan kebiasaan Sanchez ketika menjalani latihan di gym. Pengalaman tersebut tentu menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan kariernya.

Pada 2023, Dieng meninggalkan Marseille dan bergabung dengan Lorient. Perjalanannya di klub tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Ia sempat mengalami periode sulit dan bahkan dipinjamkan ke Angers untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Akan tetapi, musim terakhir menjadi titik kebangkitan Dieng. Ia tampil impresif dengan mencetak 10 gol dalam 22 pertandingan Ligue 1.

Catatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Lazio tertarik merekrutnya setelah kontraknya bersama Lorient berakhir.

0 Komentar