Finulli juga menyoroti keputusan Milan yang baru mulai serius bergerak di pasar pemain keluar pada 9 Agustus.
Beberapa pemain seperti Athekame dan Cisse disebut menjadi kandidat yang lebih dulu dikirim dengan status pinjaman.
Namun, menurut Finulli, terlalu banyak pemain yang masih berada dalam daftar jual membuat situasi menjadi rumit.
Baca Juga:AC Milan Siap Jual Rafael Leao, Galatasaray Wajib Siapkan Rp1,2 Triliun Pengganti Dumfries Belum Ditemukan, Inter Kembali Andalkan Benjamin Pavard
Jika Milan baru bergerak menjelang akhir bursa transfer, sulit mengharapkan klub mendapatkan pemasukan besar dari seluruh pemain tersebut.
Karena itu, Finulli kembali kepada persoalan utama.
Jika memang Milan memiliki kemampuan finansial untuk melakukan investasi tambahan, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk bergerak.
Milan tidak boleh menunggu terlalu lama jika ingin memberikan skuad yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Amorim.
“Jika memang ada kemungkinan untuk melakukan upaya ekonomi lebih lanjut, inilah waktunya. Jika tidak, berarti dalam perencanaan musim ini ada sesuatu yang berjalan tidak sesuai rencana,” tegas Finulli.
Pernyataan tersebut menjadi peringatan bagi Cardinale dan jajaran manajemen Milan.
Kedatangan Amorim membawa perubahan besar dalam filosofi permainan. Karena itu, perekrutan pemain tidak bisa hanya didasarkan pada nama besar atau harga pasar.
Milan harus mencari pemain yang mampu menjalankan tuntutan taktik sang pelatih.
Dengan bursa transfer yang semakin mendekati deadline, tekanan terhadap manajemen Rossoneri semakin besar.
Baca Juga:Taktik Amorin Buat Pertahanan AC Milan Sangat Rapuh: Kebobolan Enam Gol dalam Tiga LagaDel Piero Minta Fans Juventus Tak Beri Tekanan Berlebihan ke Alajbegovic
Cardinale kini dituntut membuktikan keseriusan proyek Amorim dengan mendatangkan pemain yang benar-benar cocok dengan sistem sang pelatih.
Jika tidak dilakukan sekarang, Milan berisiko memulai musim dengan skuad yang belum sepenuhnya siap menjalankan ide sepak bola Amorim.
