Milan membutuhkan solusi yang lebih stabil dan konsisten di kedua sisi lapangan.
Dalam filosofi permainan Amorim, keberhasilan formasi tiga bek sangat bergantung pada kualitas wing-back.
Mereka harus mampu membuka ruang, membantu transisi menyerang, sekaligus memberikan perlindungan kepada tiga bek tengah.
Baca Juga:UEFA, CONCACAF dan AFC Tuntut Infantino Mundur: Ancam Bentuk Liga Global Tandingan FIFAPorto Ingin Boyong Santiago Gimenez: AC Milan Hanya Mau Lepas Jika Ada Kewajiban Pembelian
Tanpa pemain sayap yang memiliki kualitas seimbang, efektivitas formasi 3-4-2-1 akan berkurang secara signifikan.
Inter Milan menjadi contoh yang kerap dijadikan acuan.
Di era Simone Inzaghi hingga berlanjut bersama Cristian Chivu, Nerazzurri mampu meraih berbagai kesuksesan berkat kekuatan pemain sayap yang disiplin dalam bertahan sekaligus tajam membantu serangan.
Milan diharapkan bisa memiliki kualitas serupa jika ingin bersaing memperebutkan gelar Serie A maupun melangkah jauh di kompetisi Eropa.
Saat ini, nama-nama seperti Pervis Estupiñán, Davide Bartesaghi, dan Athekame masih dinilai belum mampu memberikan jaminan konsistensi sepanjang musim.
Sementara itu, Chukwueze dan Alexis Saelemaekers memang menawarkan karakter yang lebih ofensif.
Namun, keduanya diperkirakan hanya menjadi dua dari empat pemain yang dibutuhkan untuk mengarungi padatnya jadwal kompetisi.
Rossoneri musim ini akan tampil di Serie A, Coppa Italia, dan Liga Europa.
Baca Juga:Inter Milan Ajak Juventus Tukar Guling Frattesi dengan Nico GonzalezFranck Kessie Tunggu Pinangan Juventus: Gaji Rp120 Miliar per Musim Jadi Kendala
Artinya, Amorim membutuhkan rotasi yang berkualitas agar intensitas permainan tetap terjaga tanpa mengorbankan performa tim.
Dengan Serie A yang hanya tinggal sekitar 20 hari lagi, waktu semakin mendesak bagi manajemen Milan untuk menentukan langkah di bursa transfer.
Jika memang memutuskan mendatangkan pemain baru di sektor sayap, proses negosiasi harus segera diselesaikan agar rekrutan anyar memiliki cukup waktu beradaptasi dengan gaya bermain Amorim.
Sejauh ini, aktivitas transfer AC Milan mendapat penilaian positif berkat keberhasilan mendatangkan pemain di posisi yang menjadi prioritas meski pekerjaan Rossoneri belum selesai.
Paruh kedua bursa transfer akan menjadi penentu keberhasilan proyek Ruben Amorim.
Jika Milan mampu menambah kekuatan di sektor sayap dengan pemain yang sesuai kebutuhan taktik, formasi 3-4-2-1 berpeluang menjadi senjata ampuh untuk membawa Rossoneri bersaing di papan atas Serie A sekaligus tampil kompetitif di Liga Europa musim 2026/2027.
