Nilai tersebut memang masih berada di bawah permintaan Tottenham sehingga negosiasi diperkirakan masih akan berlangsung cukup alot.
Selain biaya transfer, Inter juga harus memperhitungkan besarnya gaji sang pemain.
Romero diketahui baru menandatangani kontrak baru bersama Tottenham musim lalu yang berlaku hingga 2029.
Baca Juga:Sukses Gaet Summerville, Al Hilal Ledek AS Roma: Semua Jalan Menuju RiyadhPrancis Akali Aturan Gaji Pelatih demi Zinedine Zidane
Dalam kontrak tersebut, bek asal Argentina itu menerima gaji kotor sebesar 12 juta euro per musim, atau setara sekitar Rp240 miliar per tahun.
Nominal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Inter yang selama beberapa musim terakhir berusaha menjaga keseimbangan neraca keuangan.
Meski demikian, manajemen Nerazzurri diyakini siap mencari formula terbaik agar transfer ini tetap bisa terealisasi tanpa mengganggu stabilitas finansial klub.
Laporan dari Italia menyebutkan bahwa Inter telah melakukan kontak awal dengan perwakilan Romero pada Kamis malam waktu setempat.
Pembicaraan tersebut menjadi fondasi awal sebelum memasuki tahap negosiasi yang lebih intens.
Kedatangan Ciro Palermo ke Milan mempertegas bahwa Romero kini menjadi prioritas utama Inter.
Bahkan, sejumlah target bek lain untuk sementara dikesampingkan karena manajemen ingin fokus menyelesaikan transfer pemain asal Argentina tersebut.
Baca Juga:Ayah Messi Beli Rumah di Milan, Fans Inter Tertipu soal Transfer La PulgaPirlo Kandidat Terkuat Pelatih Italia Jika Maldini Gagal Rayu Guardiola
Cristian Chivu juga disebut sangat menginginkan kehadiran Romero sebagai pemimpin baru di lini belakang.
Pengalaman, karakter, serta mental juara yang dimiliki sang pemain dinilai sesuai dengan proyek Inter untuk tetap bersaing memperebutkan gelar Serie A dan tampil kompetitif di Liga Champions.
Peluang Romero hengkang dari Tottenham juga semakin terbuka setelah perubahan besar yang dilakukan klub Inggris tersebut.
Usai menjalani musim yang mengecewakan, pelatih Roberto De Zerbi bersama manajemen Spurs memutuskan melakukan revolusi skuad.
Dalam proyek baru itu, nama Romero dikabarkan tidak lagi menjadi bagian utama.
Hubungan sang pemain dengan lingkungan klub juga disebut merenggang dalam beberapa bulan terakhir.
Salah satu penyebabnya adalah keputusan Romero menjalani pemulihan cedera kaki di Argentina ketika Tottenham sedang berjuang keluar dari zona bawah klasemen, langkah yang memunculkan kritik dari sebagian pendukung Spurs.
Situasi itulah yang membuat peluang kembali ke Italia semakin realistis bagi Romero.
