“Saya pernah mewarisi perusahaan yang hampir bangkrut. Justru dalam kondisi seperti itu, tindakan cepat menjadi sangat penting. Dalam seratus hari pertama mereka bisa mengubah aturan untuk mengembangkan talenta muda, mulai berbicara soal investasi, dan membuat langkah konkret,” paparnya.
Menurutnya, publik lebih membutuhkan bukti nyata daripada sekadar pemaparan visi jangka panjang.
“Saya lebih senang mendengar program yang jelas untuk dua hingga empat tahun ke depan, lengkap dengan langkah-langkah yang langsung dijalankan mulai sekarang,” tambahnya.
Baca Juga:Maldini Akui Lebih Dahulu Rayu Ancelotti sebelum Guardiola untuk Jadi Pelatih Timnas ItaliaAS Roma Gagal Rekrut Summerville dan Garnacho, Antonio Nusa Jadi Impian Terakhir Gasperini
Cairo juga menilai kondisi Timnas Italia saat ini tidak memungkinkan federasi menunggu hasil proyek yang baru akan terlihat dalam delapan hingga sepuluh tahun.
Ia menyindir pendekatan jangka panjang yang disampaikan dalam presentasi Maldini dan Leonardo.
“Jangka panjang, seperti kata seorang ekonom terkenal, sering kali terlalu lama. Yang dibutuhkan sekarang adalah percepatan,” ucapnya.
Menurut Cairo, Italia sedang menghadapi krisis yang membutuhkan solusi segera, terutama terkait penunjukan pelatih baru tim nasional.
Dalam pernyataannya, Cairo juga mengingatkan bagaimana FIGC pernah mengambil keputusan cepat pada 2014.
Saat itu Carlo Tavecchio terpilih sebagai Presiden FIGC. Meski awal kepemimpinannya diwarnai berbagai kontroversi, keputusan menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih Timnas Italia berhasil meningkatkan kepercayaan publik.
“Pada 2014, Tavecchio memang memulai dengan berbagai kesalahan komunikasi. Tetapi keputusan menunjuk Antonio Conte memberikan dorongan besar bagi federasi. Presiden baru harus memahami bahwa setiap keputusan akan menentukan penilaian terhadap kepemimpinannya,” jelas Cairo.
Baca Juga:Arsenal Bidik Pemain Buangan PSG, Rodri Ingin Gabung Real Madrid Update Bursa Transfer AC Milan: Comotto dan Camarda Diberi Perpanjangan Kontrak
Hingga kini FIGC masih belum mengumumkan siapa pelatih baru Gli Azzurri.
Pep Guardiola disebut menjadi impian utama federasi, sementara Carlo Ancelotti ternyata merupakan sosok pertama yang dihubungi sebelum pendekatan kepada pelatih asal Spanyol tersebut dilakukan.
Maldini sendiri menegaskan bahwa federasi ingin memilih pelatih yang sejalan dengan filosofi permainan baru Italia, yakni sepak bola yang lebih proaktif, modern, dan mengutamakan pengembangan pemain muda.
Namun bagi Urbano Cairo, siapa pun nama yang dipilih bukanlah persoalan utama. Yang jauh lebih penting adalah keputusan tersebut harus segera diambil.
“Italia menghadapi keadaan darurat sekarang, bukan delapan atau sepuluh tahun lagi. Bahkan di Uni Soviet pun tenggat waktu selama itu tidak akan diterima,” sindir Cairo.
