Ratusan Siswa di Garut Mual dan Muntah, Diduga Usai Menyantap Menu MBG

Dirawat
Sejumlah siswa dirawat di salah satu fasilitas kesehatan di Cibatu, Garut. Mereka mengeluhkan pusing, mual dan muntah usai mengonsumsi menu MBG. (Istimewa)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Kasus keracunan makanan yang diduga dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Garut. Kali ini siswa dan santri di Kecamatan Cibatu mengalami gejala mual dan muntah.

Sejak Rabu malam 22 Juli 2026, sejumlah fasilitas kesehatan mendadak penuh oleh pasien yang mengeluh gejala keracunan makanan.

Mereka yang mengeluh sakit perut, pusing hingga diare merupakan para santri dengan mayoritas usia SD dan SMP.

Baca Juga:Penerangan Jalan Umum Mati, Jalur RTA Prawira Adiningrat Tasikmalaya Dinilai Rawan KecelakaanSiap-Siap! Bakal Ada Mudik Gratis di Garut, Segini Kuota yang Tersedia

Saking membludaknya korban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut harus menambah jumlah tempat tidur lipat untuk menampung pasien tersebut.

Korban diduga berasal dari dua kelompok, yakni santri di Yayasan Al Mansuriah serta sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Cibatu.

Camat Cibatu Budi Darmawan mengatakan, hingga saat ini korban yang dirawat di fasilitas kesehatan masih terus bertambah.

“Sementara data dari pak Kapus (Kepala Puskesmas) Cibatu ada 133 orang,” ucapnya, Kamis 23 Juli 2026.

Ia menyebut, para korban tidak terpusat di Puskesmas Cibatu, akan tetapi tersebar di beberapa fasilitas kesehatan yang tidak jauh dari wilayah Cibatu. “Tersebar di PKM yang lain juga,” katanya.

Para siswa dan satri awalnya mengeluhkan mual dan muntah usai mendapatkan makanan bergizi gratis dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kampung Pulo, RT 04/RW 01, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Salah seorang orang tua siswa, Leni, mengatakan anaknya, Wildan, yang duduk di kelas IV SDN Sindangsuka 5 mengalami sejumlah gejala setelah menyantap makanan program MBG.

Baca Juga:Destinasi Wisata di Garut Ini Masih Jarang Orang Tahu, Ini Daftar dan LokasinyaJerit Buruh di Garut yang Terancam Kena PHK Massal Usai Pabrik Bulu Mata Tiba Tiba Tutup

Ia menyampaikan anaknya mengalami pusing, mual, muntah hingga buang air besar (BAB).

Wildan kemudian mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan bersama sejumlah siswa lainnya.

“Gejalanya pusing, mual, terus muntah-muntah, sama BAB,” katanya.

Adapun menu makanan yang dikonsumsi para siswa sebelum mengalami keluhan kesehatan di antaranya nasi putih, orek tempe, sayur sop, telur, dan susu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Nurdin Yana menjelaskan, para pelajar mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG di hari Selasa 21 Juli 2026.

Beberapa di antara pelajar membawa MBG dari sekolah dan dikonsumsi di rumah.

0 Komentar