Menurut Mauro, kondisi tersebut justru membuat peran pelatih semakin penting. Mereka dituntut tidak hanya menyusun strategi, tetapi juga membangun mental pemain agar mampu mengembalikan klub ke level terbaiknya.
Ia secara khusus menyebut Juventus dan AC Milan sebagai dua klub yang harus lebih rendah hati setelah performa mengecewakan musim lalu.
“Juventus dan Milan harus melakukan introspeksi besar. Mereka terlalu sering kehilangan poin melawan tim-tim papan tengah dan bawah. Inkonsistensi seperti itu tidak boleh terulang,” tegasnya.
Baca Juga:Bremer Terus Digoda Galatasaray, Juventus Incar Tomori dan TodiboBeda dari Messi Cs, Jose Manuel López Tak Palingkan Muka Saat Spanyol Jadi Juara Dunia
Puji Manajemen Baru Juventus, Sindir Ibrahimovic
Mauro juga memberikan apresiasi terhadap langkah Juventus menunjuk Giovanni Carnevali sebagai CEO dan Ricky Massara sebagai direktur olahraga.
Menurutnya, kedua sosok tersebut merupakan pilihan tepat karena dikenal pekerja keras dan dekat dengan aktivitas sehari-hari klub.
Ia menambahkan bahwa para petinggi klub harus selalu hadir untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pemain dan tim.
Dalam kesempatan itu, Mauro juga melontarkan sindiran kepada penasihat senior AC Milan, Zlatan Ibrahimovic.
“Para direktur harus turun langsung setiap hari menghadapi masalah klub dan pemain, bukan bekerja dari kejauhan seperti Ibrahimovic,” ujarnya.
Mauro juga menilai saga transfer Dusan Vlahovic belum benar-benar selesai. Selama belum ada kontrak yang ditandatangani, menurutnya segala kemungkinan masih bisa terjadi.
Ragu Filosofi Menyerang Amorim Berhasil di Milan
Di akhir wawancara, Mauro mengulas aktivitas transfer AC Milan yang musim panas ini mendatangkan Goncalo Ramos dan Mario Gila.
Ia mengaku lebih yakin terhadap kualitas Gila dibanding Ramos.
Baca Juga:Florentino Perez Halangi Langkah Real Madrid Datangkan RodriEra Baru AC Milan Bersama Amorim: Pakai Formasi 3-4-2-1, Andalkan Serangan dari Sayap
Menurut Mauro, Ramos bukan pilihan utama di Paris Saint-Germain sehingga masih ada tanda tanya apakah ia mampu menjadi mesin gol Milan.
“Milan berharap kisahnya akan seperti Olivier Giroud, yang juga bukan pilihan utama di Inggris tetapi kemudian sukses di Italia. Namun sekarang situasinya berbeda. Dulu klub-klub Italia mendatangkan bintang dari tim elite Eropa, sekarang mereka justru merekrut pemain yang minim kesempatan bermain di luar negeri,” katanya.
Mauro kemudian menyoroti kedatangan pelatih baru Ruben Amorim dan melihat pelatih asal Portugal tersebut memiliki filosofi sepak bola yang atraktif, agresif, dan mengutamakan permainan menyerang.
