Tingkat Kemsikinan di Kecamatan Cigalontang Paling Tinggi di Tasikmalaya, Disusul Sodonghilir dan Salawu

kemiskinan di tasikmalaya
Tangkapan layar peta kecamatan cigalontang.
0 Komentar

Berdasarkan pemetaan pemerintah daerah, Kecamatan Cigalontang menjadi wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Kabupaten Tasikmalaya, disusul Kecamatan Sodonghilir dan Kecamatan Salawu.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya Andi Supriadi menilai pemerintah perlu memetakan lebih rinci penyebab kemiskinan berdasarkan sektor pekerjaan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.

“Sehingga potensi yang akan dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Tasikmalaya atau melalui skema lain dapat dijalankan,” ujarnya.

Baca Juga:Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Mundur, Alasan Kesehatan dan Akan Berobat ke Luar NegeriBREAKING NEWS! SDN Citapen Kota Tasikmalaya Kebakaran

Ia juga mendorong percepatan penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebagai dasar pengembangan potensi ekonomi daerah. Menurutnya, pemerintah harus membedakan penanganan kemiskinan absolut dan kemiskinan struktural karena keduanya memerlukan pendekatan yang berbeda.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Asep Saepuloh menilai tingginya angka kemiskinan dipengaruhi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak pada pembangunan dan produktivitas masyarakat. Berkurangnya dana desa juga dinilai ikut menekan aktivitas ekonomi di tingkat desa.

“Maka tingkat produktivitas masyarakat berkurang, penghasilan menurun, daya beli menurun maka tingkat kemiskinan meningkat,” jelas Asep.

Menurutnya, selain bantuan sosial, pemerintah harus memperkuat sektor riil melalui pelatihan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemberdayaan UMKM agar masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Saya rasa bantuan sosial dan subsidi pemerintah akan mendorong masyarakat nantinya naik kelas, artinya harus didorong selain disubsidi ada program oleh pemerintah mendorong masyarakat lebih produktif,” tambahnya. (Diki Setiawan)

0 Komentar