Diky Candra Dorong Lansia di Kota Tasikmalaya Tetap Produktif

lansia kota tasikmalaya, diky candra
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra bersama para lansia di Graha Asri, Rabu (22/7/2026). (Rezza Rizaldi / Radartasik.id)
0 Komentar

Diky mengaku pemerintah memiliki keinginan menghadirkan lebih banyak ruang publik bagi berbagai komunitas, termasuk lansia, pemuda, atlet hingga pekerja informal. Namun, keterbatasan anggaran membuat seluruh kebutuhan harus disusun berdasarkan skala prioritas.

Saat ini, kata dia, Pemerintah Kota Tasikmalaya masih memfokuskan anggaran pada dua persoalan besar, yakni pengentasan kemiskinan dan penanganan sampah.

“Banyak kebutuhan masyarakat. Tapi saat ini fokus utama pemerintah adalah kemiskinan dan persampahan karena dampaknya sangat luas, mulai dari pengangguran, stunting sampai penggerakan ekonomi,” ucapnya.

Baca Juga:Pemangkasan TPP ASN Pemkot Tasikmalaya Diusulkan 40%Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota Tasikmalaya

Di akhir pernyataannya, Diky mengajak generasi muda memanfaatkan usia produktif sebaik mungkin sebelum memasuki masa lanjut usia.

“Kalau melihat orang tua kita yang masih semangat berkumpul, berbagi dan mengabdi, masa kita yang masih muda tidak produktif. Produktiflah wahai anak-anak muda sebelum bertemu masa tua,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Tasikmalaya Rahmat Kurnia menuturkan, Sekolah Lansia merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan menciptakan lansia aktif, sehat, mandiri, dan sejahtera.

Ia menyebut jumlah lansia di Kota Tasikmalaya mencapai sekitar 11 ribu orang. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, kondisi tersebut berpotensi menjadi beban bagi generasi berikutnya.

“Lansia harus aktif, sehat dan mandiri supaya tidak merepotkan anak-anak maupun keluarganya. Kalau aktif, peluang tetap sehat juga semakin besar,” tuturnya.

Rahmat yang kini berusia 73 tahun mengaku tetap aktif mengabdi kepada masyarakat meski telah pensiun selama 17 tahun. Baginya, pensiun bukan akhir dari pengabdian.

“Motto kami, Purna Tugas Yes, Purna Bakti No Way. Berhenti bekerja boleh, tapi berhenti mengabdi jangan,” jelasnya.

Baca Juga:Kasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak PedasImbalan Urus Parkir 5% Diatur Perwalkot, Dishub Kota Tasikmalaya Sebut Itu Sudah Disepakati dalam Kerja Sama

Ia menjelaskan Sekolah Lansia bukan sekolah formal setiap hari, melainkan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan satu bulan sekali dengan kurikulum, materi, absensi, dan standar operasional yang telah ditetapkan.

Materi yang diberikan meliputi kesehatan, pencegahan penyakit, pengelolaan lingkungan melalui eco enzyme hingga berbagai edukasi yang dikolaborasikan dengan berbagai pihak. Menurut Rahmat, pendidikan bagi lansia menjadi investasi sosial agar mereka tetap produktif, sehat, dan mampu menjalani masa tua secara mandiri, sehingga tidak menjadi beban bagi keluarga maupun masyarakat.

0 Komentar