Viman mengaku telah melihat sejumlah daerah yang mengambil langkah pinjaman pada tahun berjalan. Namun, kebijakan tersebut memiliki konsekuensi berupa beban pembayaran yang cukup besar di kemudian hari.
Untuk tahun depan, Pemkot Tasikmalaya masih membuka sejumlah opsi pembiayaan. Selain pinjaman, pemerintah daerah juga mempertimbangkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk mendukung pembangunan.
“Untuk tahun depan ada rencana, kita akan melakukan dua opsi, yakni pinjaman dan KPBU. Kita terbuka dengan swasta, mengajak semua pihak yang ingin berinvestasi di Kota Tasikmalaya,” tandasnya.(Firgiawan)
