Pendekatan serupa diterapkan dalam pembiasaan salat duha berjamaah dan tahfiz yang sudah dimulai sejak masa MPLS.
Menurut Yayah, pekan pertama sekolah merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan positif sehingga ritme tersebut dapat terus terbawa selama murid menjalani pendidikan di SD Islam Al Misbah.
Prinsip “membiasakan lebih mudah daripada membetulkan” menjadi pijakan sekolah dalam mengenalkan salat duha berjamaah dan tahfiz sejak pekan pertama.
Baca Juga:Dari Transportasi Menuju Arena Pengabdian Jawa Barat!Malik Mahpud Memilih Jalannya Sendiri!
Pembiasaan itu diharapkan tumbuh menjadi bagian dari keseharian murid, sehingga proses belajar di sekolah berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kebiasaan beribadah.
Selain membangun aspek spiritual, pembiasaan tersebut juga diarahkan untuk membentuk karakter. Murid dilatih disiplin datang tepat waktu, bertanggung jawab terhadap hafalan yang disetorkan, serta mempraktikkan adab ketika memasuki masjid, berinteraksi dengan guru, maupun membaca Al-Qur’an.
Melalui rangkaian pembiasaan tersebut, sekolah berharap murid tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, beradab, mencintai sekolah, guru, teman, serta Al-Qur’an sejak hari pertama mereka mengenakan seragam sekolah dasar. (Fitriah Widayanti)
