Gol-gol pentingnya saat menghadapi Portugal dan Belgia membawa Spanyol melangkah hingga ke partai final.
Meski demikian, Merino menegaskan dirinya tidak pernah mengejar status pahlawan.
“Saya memiliki kepercayaan diri yang sangat besar terhadap kemampuan saya. Setiap kali masuk ke lapangan, saya yakin bisa memberikan kontribusi untuk tim,” ucapnya.
“Tetapi sejujurnya, tidak penting siapa yang menjadi pahlawan. Yang terpenting adalah tim menang. Ketika sebuah tim menjadi juara, gelar itu adalah milik semua pemain, bukan hanya sebelas orang yang menjadi starter,” tegasnya.
Baca Juga:Spanyol vs Argentina: Laporte Minta Wasit Waspadai Permainan Kotor AlbicelesteJuventus Rela Korbankan Thuram demi Davide Frattesi
Pernyataan tersebut menggambarkan kuatnya semangat kolektif yang dibangun Luis de la Fuente selama turnamen ini.
Merino juga menyoroti peran penting wasit dalam laga final nanti.
Menurutnya, duel Spanyol kontra Argentina dipastikan berlangsung keras karena kedua tim sama-sama memiliki kualitas tinggi dan ambisi besar untuk menjadi juara dunia.
“Ini akan menjadi pertandingan dengan intensitas yang sangat tinggi. Wasit harus mampu mengendalikan duel-duel dan pelanggaran yang terjadi sepanjang pertandingan,” pintanya.
Ia menambahkan bahwa cara terbaik menghindari permainan keras adalah dengan mempercepat sirkulasi bola.
“Semakin cepat kami mengalirkan bola, semakin sedikit waktu yang dimiliki lawan untuk melakukan pelanggaran,” bebernya.
Ucapan Merino memperkuat harapan kubu Spanyol agar wasit Slavko Vincic mampu menjaga pertandingan tetap sportif.
Sebelumnya, Laporte juga mengingatkan bahwa permainan keras Argentina tidak boleh dibiarkan berkembang, sementara De la Fuente menyatakan keyakinannya bahwa sang pengadil akan memimpin laga secara adil.
Baca Juga:Panucci Setuju Pirlo Latih Timnas Italia: Dia Pintar Bekerja dengan Pemain MudaJurnalis Italia: Transfer Zeki Celik Balas Dendam Terindah Massara ke AS Roma
Final Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi salah satu pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola modern.
Di satu sisi, Lionel Messi berpeluang menambah satu lagi gelar bergengsi untuk melengkapi warisan kariernya.
Di sisi lain, Spanyol datang dengan tekad mengakhiri dominasi Albiceleste dan merebut gelar juara dunia untuk pertama kalinya sejak 2010.
Bagi Mikel Merino, tugas menghentikan Messi memang sangat berat. Namun ia yakin dengan kerja sama tim, disiplin taktik, dan semangat juang seluruh pemain, La Roja memiliki peluang besar untuk menaklukkan Argentina dan mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
