Sampai Selesai di Desa, Pemdes Wanasigra Kabupaten Ciamis Tekan Pembuangan ke TPA

bank sampah ciamis
Masyarakat Desa Wanasigra menabung sampah di bank sampah yang berada di halaman Kantor Desa Wanasigra, Jumat (10/7/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Pemerintah Desa Wanasigra terus memperkuat budaya gotong royong masyarakat melalui gerakan menabung sampah rumah tangga dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi, bahkan mewujudkan target nol pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kepala Desa Wanasigra Yudi Wahyudi mengatakan, volume sampah rumah tangga di desanya mencapai sekitar lima ton setiap pekan. Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah desa berkomitmen membangun bank sampah sebagai upaya mengurangi sampah yang dibuang ke TPA. Program itu bermula saat Desa Wanasigra mengikuti lomba Berseka (Bersih-Bersih Sekecamatan/Sekolah/Kantor).

Baca Juga:Kalahkan Dua Pejabat Internal Pemkab, Kurniawan Resmi Dilantik sebagai Sekda Kabupaten TasikmalayaPerkuat Mitigasi Risiko Proyek, PT Askrindo dan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Jalin Kerja Sama

“Mulai dari lomba Berseka kita kembangkan dan hasilnya memiliki bank sampah di Desa Wanasigra. Semua itu, supaya kegiatan menjaga lingkungan melalui meminimalisir membuang sampah ke TPA,” katanya kepada Radar, Minggu (12/7/2026).

Menurut Yudi, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari tingginya semangat gotong royong masyarakat. Komitmen yang dibangun pemerintah desa mendapat dukungan penuh dari warga sehingga pengelolaan sampah dilakukan secara bersama-sama.

“Poinnya adanya gotong royong masyarakat dalam mengelola sampah, karena sebagai gerakan bersama ada sampah pungut. Artinya masyarakat sudah siap memilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Selama dua bulan berjalan, bank sampah mendapat respons positif dari masyarakat. Para ibu rumah tangga secara rutin membawa sampah plastik ke bank sampah di lingkungan Kantor Desa Wanasigra untuk ditukarkan menjadi tabungan.

Saat ini, jumlah nasabah bank sampah telah mencapai 143 orang. Total tabungan yang berhasil dihimpun selama dua bulan mencapai Rp3,4 juta, meski sebagian sudah dicairkan oleh nasabah.

Yudi menegaskan, tujuan utama program tersebut bukan semata-mata mengumpulkan uang dari hasil penjualan sampah, melainkan membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Selama dua minggu terakhir, bank sampah berhasil mengumpulkan sekitar dua ton sampah sehingga mampu mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke TPA.

Baca Juga:Pangdam III/Siliwangi Beri Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IVDPRD Jabar Dukung Bandara Husein Beroperasi, Tapi BIJB Kertajati Harus Tetap Optimal

“Akan tetapi bukan soal nominal yang bisa terkumpul, akan tetapi bagaimana menjaga kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan. Karena hasilnya untuk total sampah terkumpul di bank sampah selama dua minggu menghasilkan dua ton, sehingga mengurangi pembuangan sampah langsung ke TPA,” katanya.

0 Komentar