Bupati Eksekutor!

bupati tasikmalaya
ilustrasi: AI
0 Komentar

Karena itu, arah kebijakannya mulai terlihat. Infrastruktur menjadi prioritas. Jalan diperbaiki. Irigasi dibangun. Lampu penerangan jalan ditargetkan seluruhnya menggunakan sistem yang lebih efisien.

Bahkan muncul gagasan yang terdengar cukup berani. Menghidupkan kembali jalur kereta menuju kawasan Gunung Galunggung.

Mungkin belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Namun sebuah daerah memang membutuhkan mimpi besar agar tidak berjalan di tempat.

Galunggung sendiri tampaknya diproyeksikan menjadi mesin ekonomi baru.

Baca Juga:Ketika Babi dan Kera Masuk Pidato!Nanang Aci Akhirnya Sampai: Dari Plt Abadi Menjadi Kadis Sejati!

Bukan sekadar objek wisata. Melainkan kawasan yang mampu menghidupkan UMKM, kuliner, penginapan, hingga lapangan pekerjaan.

Jika berhasil, PAD ikut naik. Jika PAD naik, ruang fiskal pemerintah ikut bertambah. Jika ruang fiskal bertambah, pembangunan menjadi lebih mudah. Begitulah rantai logikanya.

Namun Cecep juga tahu. Pembangunan bukan hanya soal beton. Ia tetap berbicara tentang stunting. Tentang ruang kelas rusak. Tentang ketahanan pangan. Tentang inflasi.

Karena jalan yang bagus tidak akan banyak berarti apabila masyarakatnya masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Tentu jalan menuju “Tasik Era Baru” tidak akan mulus. Kabupaten Tasikmalaya masih menghadapi angka kemiskinan yang tinggi.

Daya beli masyarakat perlu terus diperkuat. Investasi harus terus didorong. Lapangan kerja harus bertambah. Semua itu tidak bisa selesai hanya dengan satu kebijakan. Apalagi hanya dalam hitungan bulan.

Di sinilah ukuran seorang pemimpin akan diuji. Bukan saat membuat janji. Melainkan saat menghadapi kenyataan.

Baca Juga:Pelantikan Beberapa Menit, Konsekuensi Bertahun-Tahun!Mahalnya Harga Sebuah Kelalaian, IPAL Rp3,6 Miliar yang Menunggu Colokan!

H. Cecep Nurul Yakin tampaknya memilih menjadi bupati yang bekerja lebih dahulu, lalu membiarkan hasil yang berbicara.

Apakah seluruh keberanian itu akan mengubah wajah Kabupaten Tasikmalaya?Waktu yang akan menjawabnya.

Tetapi satu hal sudah terlihat. Ia sedang membangun pemerintahan dengan ritme seorang eksekutor. Bukan sekadar administrator. Dan sering kali, sejarah memang ditulis oleh mereka yang berani bergerak lebih cepat daripada zamannya.(red)

0 Komentar