“Keberhasilan tersebut merupakan bukti bahwa peserta didik Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi apabila mendapatkan pembinaan yang tepat,” ucapnya.
Menurut Dede, capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan Kabupaten Tasikmalaya. Ia mengapresiasi kerja keras atlet, pelatih, guru, sekolah, serta dukungan orang tua yang telah mengantarkan Fathir meraih medali emas.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun olahraga.”
Baca Juga:Perkuat Mitigasi Risiko Proyek, PT Askrindo dan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Jalin Kerja SamaPangdam III/Siliwangi Beri Pengarahan kepada 2.211 Personel Satuan TP Tahap IV
Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mendukung pembinaan olahraga pelajar sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang sehat, berkarakter, disiplin, dan berprestasi.
Dengan raihan medali emas tersebut, Kabupaten Tasikmalaya kembali menunjukkan konsistensinya dalam melahirkan atlet-atlet muda berbakat di cabang olahraga senam. Seluruh perhatian kini tertuju pada persiapan Fathir menghadapi O2SN Nasional pada Agustus 2026.
“Seluruh perhatian akan tertuju pada persiapan Fathir menghadapi O2SN Nasional pada Agustus 2026, dengan harapan mampu kembali mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” pungkasnya. (obi)
