TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan lingkungan tidak selalu harus diselesaikan dengan program besar. Justru, perubahan sering kali bermula dari kebiasaan sederhana di dalam rumah.
Kesadaran itulah yang coba ditanamkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Siliwangi (UNSIL) bersama dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat kepada anggota PKK Desa Selasari, Kabupaten Pangandaran.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk Gerakan Rumah Tangga Ramah Lingkungan melalui Edukasi Lifestyle bagi PKK, puluhan peserta mendapatkan pembekalan mengenai pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan, Rabu (25/6/2026).
Baca Juga:Aliansi PPPK Paruh Waktu Minta Pemkot Tasikmalaya Bijak Sebelum Membuka CPNSPAN Kota Tasikmalaya Bidik Delapan Kursi di Pileg 2029, Soliditas Jadi Kunci Utama
Kegiatan yang diketuai Irman Firmansyah itu mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mulai dari pengelolaan sampah rumah tangga, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan listrik dan air, hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketua pelaksana kegiatan, Irman Firmansyah, mengatakan edukasi tersebut menjadi bentuk kepedulian Universitas Siliwangi terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga harus hadir memberikan solusi yang mudah diterapkan.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Program Studi Akuntansi FEB Universitas Siliwangi terhadap lingkungan yang ada di Desa Selasari,” ujarnya.
“Melalui kolaborasi dengan dosen dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, kami ingin mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, untuk menerapkan gaya hidup yang ramah lingkungan dan sehat mulai dari lingkup keluarga,” sambungnya.
Irman menilai keluarga merupakan titik awal perubahan. Dari rumah, kebiasaan memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, menghemat penggunaan air dan listrik, hingga menjaga kebersihan lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang berdampak luas.
Baca Juga:Kapolres yang Akan Dirindukan!FOSSMA Dorong Penyelesaian Aset, Kodim Siap Jembatani
Di sisi lain, peran ibu-ibu PKK dinilai sangat strategis sebagai motor penggerak perubahan perilaku di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Sebab, perubahan besar sering kali lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kolaborasi dosen dari bidang akuntansi dan kesehatan masyarakat juga menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan membutuhkan pendekatan lintas disiplin.
Edukasi yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek pelestarian lingkungan, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.
