“Selama tiga bulan bertugas di Tasikmalaya, sudah sekitar 20 kegiatan bakti sosial yang kami laksanakan. Ini menunjukkan semangat gotong royong masyarakat Tasikmalaya sangat luar biasa. Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga,” tambahnya.
Ia pun memotivasi anak-anak yatim agar tidak merasa rendah diri.
Banyak prajurit TNI, katanya, berasal dari keluarga sederhana bahkan berstatus yatim, namun mampu meraih kesuksesan melalui disiplin, kerja keras, dan doa.
“Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Gantungkan cita-cita setinggi langit, iringi dengan doa dan usaha. Insya Allah, masa depan yang baik akan menjadi milik kalian,” pesannya.
Baca Juga:Longser Sunda, Warisan yang Menolak Padam di Panggung Rakyat TasikmalayaKapolres Tasikmalaya Kota Berganti Tongkat Komando
Owner Gandara Group, H. Cahya Gandara, menilai kepedulian terhadap anak yatim merupakan tanggung jawab bersama.
Ia berharap kegiatan sosial seperti ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi budaya berbagi yang terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami berharap kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang sukses. Saat berhasil nanti, mereka bisa melanjutkan estafet kebaikan dengan membantu anak-anak yatim lainnya dan masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.
Di tengah zaman yang sering dipenuhi hiruk-pikuk seremoni, kolaborasi seperti ini menjadi pengingat bahwa ukuran kepedulian bukan banyaknya pidato, melainkan seberapa besar harapan yang berhasil dititipkan kepada mereka yang paling membutuhkan. (ujang nandar)
