Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif untuk mempercepat pembangunan kawasan Jawa Barat bagian Selatan.
Sementara itu, Ekonom Ahli Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Siti Muarrofah, menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi kebijakan dalam merespons dinamika ekonomi global maupun domestik.
“Lingkungan ekonomi yang dinamis memerlukan respons kebijakan yang adaptif, terukur, dan kolaboratif agar stabilitas tetap terjaga serta momentum pertumbuhan daerah dapat terus diperkuat,” ucapnya.
Baca Juga:Laptop Video Editing Terbaik 2026: Kuat Libas Resolusi 4K & 8KInvestor Tahan Napas, Inilah 4 Skenario yang Mungkin Terjadi setelah Pengumuman Review MSCI
Dalam sesi panel, ekonom sekaligus Staf Ahli Bidang Ekonomi Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi PhD, menyoroti tantangan nilai tukar yang masih menjadi perhatian utama.
Ia menilai kebijakan Bank Indonesia saat ini telah berada pada arah yang tepat, termasuk melalui upaya menjaga daya tarik aset keuangan domestik guna memperkuat minat investor.
Selain itu, Fithra menilai pengendalian inflasi menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah.
Menurutnya, upaya tersebut dapat diperkuat melalui pemanfaatan data science untuk memantau perkembangan harga dan kondisi pasokan serta peningkatan kerja sama antardaerah.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Mayasari Bakti, Dr Yusuf Abdullah, menyampaikan bahwa investasi perlu terus didorong sebagai katalisator pembangunan daerah.
Hal itu dapat dilakukan melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kepastian berusaha, serta perlindungan terhadap hak kepemilikan (property rights).
Sementara itu, Peneliti Binus University, Dr Alexander Agung, mengungkapkan Koridor Jawa Barat bagian Selatan memiliki karakteristik ekonomi yang khas di setiap daerah.
Baca Juga:Geger Moto3 Junior World Championship 2026! Ramadhipa Ukir Sejarah, Bikin Indonesia Bersuara di EstorilLaba Bank Mandiri Tembus Rp 23,3 Triliun hingga Mei 2026, Pertumbuhan Kredit Masih Melaju Kencang
Karena itu, pembangunan konektivitas, integrasi sektoral, dan keterhubungan antarwilayah perlu terus diperkuat agar potensi unggulan masing-masing daerah dapat berkembang secara optimal dalam satu ekosistem ekonomi kawasan.
Sejumlah kepala daerah yang hadir turut menyampaikan pandangannya terkait pengembangan kawasan Jawa Barat bagian Selatan.
Wali Kota Banjar, H Sudarsono, menilai tantangan fiskal daerah perlu direspons melalui inovasi dan kolaborasi pembangunan.
Salah satunya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 MW yang diharapkan mampu memperkuat struktur ekonomi daerah dan membuka peluang pengembangan kawasan ekonomi baru.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menekankan pentingnya percepatan pembangunan Tol Getaci sebagai infrastruktur strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
