Marco Bucciantini Heran AC Milan Pilih Amorim: Ibrahimovic dan Cardinale Meremehkan Milanismo

Ruben Amorim
Ruben Amorim  Foto: Tangkapan layar Instagram@rubenamorimu 
0 Komentar

Bahkan, Paolo secara terbuka menyebut Raffaele Palladino sebagai sosok yang menurutnya lebih cocok untuk Milan.

“Ketika orang bertanya kepada saya, saya selalu mengatakan bahwa pelatih yang tepat adalah Palladino. Dia mengenal sepak bola Italia,” kata Paolo dalam wawancara dengan TeleLombardia.

Meski demikian, ia tetap berharap Amorim mampu membawa kesuksesan bagi klub.

Baca Juga:Kata Pertama Ruben Amorim Usai Resmi Jadi Pelatih AC Milan: Saya Tahu Persis Apa Arti Klub Ini Capello Bantah Pernah Tampar Cassano: Itu Cuma Tepukan Kecil di Kepala

Ruben Amorim sendiri datang ke Milan dengan beban ekspektasi yang sangat besar.

Sebelumnya, jurnalis La Gazzetta dello Sport, Arianna Ravelli, mengingatkan bahwa pelatih Portugal itu tidak memasuki lingkungan yang sepenuhnya mendukung.

“Ia tidak datang ke lingkungan yang bersikap positif,” tulis Ravelli.

Menurut Ravelli, Amorim bukanlah solusi instan bagi masalah Milan, melainkan hanya bagian pertama dari proses panjang kebangkitan klub.

Skeptisisme tersebut tidak lepas dari situasi Rossoneri yang tengah menjalani restrukturisasi besar-besaran.

Selain menunjuk Amorim sebagai pelatih, Milan juga baru mengangkat Massimo Calvelli sebagai CEO operasional menggantikan Giorgio Furlani.

Bahkan, dalam struktur baru klub, Calvelli harus memperoleh persetujuan pemilik jika ingin melakukan transfer pemain dengan nilai lebih dari 10 juta euro atau sekitar Rp200 miliar.

Baca Juga:Marc Cucurella Kloter Pertama Los Galacticos Jilid 2 Real Madrid: Khedira dan Pepe Calon Staf Pelatih Demi Napoli, Allegri Rela Kehilangan Uang Pesangon Rp100 Miliar dari AC Milan

Kondisi ini menunjukkan bahwa kendali strategis klub masih berada di tangan RedBird Capital dan Gerry Cardinale.

Meski mendapat kritik dari berbagai pihak, Amorim tetap disambut dengan harapan besar.

Dalam pernyataan perdananya sebagai pelatih Rossoneri, ia mengaku melatih Milan merupakan salah satu ambisi terbesar dalam kariernya.

“Ada ambisi yang menemani sepanjang karier, dan bagi saya melatih Milan selalu menjadi salah satunya,” kata Amorim.

Kini, tantangan terbesar bagi pelatih Portugal itu bukan hanya memperbaiki performa tim di lapangan, tetapi juga meyakinkan publik bahwa dirinya memahami apa arti menjadi bagian dari AC Milan.

Sebab seperti yang diingatkan Bucciantini, persoalan Milan bukan sekadar memilih pelatih asing atau Italia.

Yang lebih penting adalah memahami dan menjaga milanismo—identitas yang selama puluhan tahun menjadikan Rossoneri sebagai salah satu klub terbesar di dunia.

0 Komentar