TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ribuan warga Kota Tasikmalaya turun ke jalan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan mengikuti pawai obor, Senin (15/6/2026) malam.
Tradisi tahunan itu kembali menjadi magnet masyarakat, menghadirkan lautan cahaya obor yang membelah jalan sekaligus menjadi penanda kuatnya syiar Islam yang masih menyala di tengah kehidupan perkotaan.
Peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, remaja hingga orang tua, memadati sejumlah ruas jalan seperti Jalan Baru Lanud, Jalan Sukalaya, Jalan Cisalak hingga Jalan HZ Mustofa.
Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Harus Pilih 'Petarung Lapangan' untuk Isi 3 Kursi Kosong Jabatan Kepala DinasTiga Kursi Kadis Masih Kosong, Mutasi Pejabat Eselon II di Kota Tasikmalaya Dimatangkan
Mereka berjalan tertib membawa obor dan lilin sambil melantunkan salawat serta syiar keagamaan.
Di tengah riuhnya lalu lintas kota, cahaya obor seolah mengirim pesan bahwa pergantian tahun Hijriah bukan sekadar seremoni.
Di saat berbagai perayaan modern identik dengan gemerlap pesta, masyarakat Tasikmalaya justru memilih menyalakan cahaya kebersamaan dan muhasabah.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Pawai yang berlangsung hingga malam itu tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.
Salah seorang peserta, Wawan Kurniawan (34), mengatakan dirinya bersyukur dapat mengikuti pawai bersama keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggalnya.
*”Pawai Muharam ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan mengingatkan kita agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru,”* ujarnya.
Menurut dia, keikutsertaan anak-anak dalam membawa obor menjadi pemandangan yang menghadirkan harapan agar tradisi positif tersebut tetap terjaga.
Baca Juga:DPRD Kota Tasikmalaya Pertanyakan Kerja Sama Parkir yang Dikelola Swasta, Jangan Sampai PAD MerugiStreet Art Tasikmalaya Hidupkan HZ Musthofa Jadi Ruang Seni
*”Melihat anak-anak ikut bersemangat membawa obor membuat suasana terasa sangat istimewa. Semoga tradisi baik seperti ini terus terjaga,”* katanya.
Hal senada disampaikan Dudung Sukandar (54). Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan nilai-nilai religius masih mengakar kuat di Kota Tasikmalaya.
“Tahun Baru Hijriah adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri. Pawai ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam menyambut lembaran baru dengan penuh harapan, kedamaian, dan keberkahan,” tuturnya.
Di balik semarak pawai, aparat kepolisian juga bekerja memastikan kegiatan berlangsung tanpa hambatan.
Jajaran Polres Tasikmalaya Kota menempatkan personel di berbagai titik pelaksanaan untuk mengamankan jalannya pawai sekaligus mengatur arus lalu lintas yang sempat dipadati peserta.
