Presiden Milan Paolo Scaroni bersama Giovanni Branchini terus berupaya mencari jalan tengah yang dapat menguntungkan kedua pihak.
Namun apabila kompromi gagal dicapai, skenario paling realistis adalah Allegri mengakhiri kontraknya tanpa menerima uang sepeser pun.
Situasi ini tentu menjadi kabar baik bagi Milan dari sisi keuangan, tetapi juga menunjukkan betapa kuatnya keinginan Allegri untuk segera memulai petualangan barunya bersama Napoli.
Baca Juga:Deniz Undav: Mantan Kuli Pabrik yang Jadi Senjata Rahasia Jerman di Piala Dunia 2026 Manchester United Senang Amorim Bakal Latih AC Milan: Bakal Hemat Uang Pesangon
Menariknya, Allegri justru akan menerima gaji yang lebih kecil di Napoli dibanding saat menandatangani kontrak dengan Milan.
Di Rossoneri, ia memiliki kontrak senilai €5 juta bersih per musim, setara sekitar Rp100 miliar per tahun.
Sementara Napoli menawarkan gaji sebesar €4,5 juta per musim atau sekitar Rp90 miliar.
Dengan demikian, terdapat selisih sebesar €500.000 atau sekitar Rp10 miliar per musim.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, aturan yang berlaku memungkinkan Milan menyelesaikan persoalan kontrak dengan membayarkan selisih gaji tersebut kepada Allegri.
Mekanisme ini bisa menjadi solusi kompromi agar kedua belah pihak sama-sama puas.
Namun, apabila Allegri benar-benar memilih melepas seluruh hak finansialnya, maka kepindahannya ke Napoli akan menjadi salah satu contoh langka dalam sepak bola modern: seorang pelatih rela mengorbankan hingga puluhan miliar rupiah demi mempercepat kepindahan ke klub yang diinginkannya.
Baca Juga:Ruben Amorim Kandidat Terkuat Pelatih AC Milan: Rossoneri Kembali Bermain dengan Tiga Bek Kecewa dengan AC Milan, Modric Ingin Pensiun Usai Piala Dunia
Kini, seluruh mata tertuju pada perkembangan negosiasi dalam beberapa hari ke depan.
Jika semua berjalan sesuai rencana, pengumuman resmi Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Napoli tampaknya tinggal menunggu waktu.
