Gerakan tersebut diharapkan menjadi pemantik perubahan perilaku masyarakat.
Sebab, kota yang bersih bukan lahir dari sapu pemerintah semata, melainkan dari kesadaran kolektif warganya.
Jika kesadaran itu tumbuh, wajah Tasikmalaya tak hanya bersih saat ada agenda, tetapi menjadi budaya yang terus terjaga. (rezza rizaldi)
