TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Warga Kampung Karangsirna, Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya dikejutkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di sebuah rumah, Senin (8/6/2026) sore.
Korban diketahui berinisial S (38), warga Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Ia ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa di bagian dapur rumah milik warga setempat.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto melalui Pamapta II Ipda Rifanto Zaki membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Baca Juga:Pikap Diduga Keluar Jalur di Jalan Cikalang Tasikmalaya, Tabrak Innova hingga Pengemudi LukaPria Sakit Tinggal Sendirian di Kontrakan Padayungan Tasikmalaya Ditemukan Meninggal Dunia
Petugas kepolisian bersama unsur terkait langsung melakukan pengecekan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi yang datang untuk menengok keberadaannya.
Setelah mengetahui kondisi korban, saksi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga dan warga sekitar.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui telah mengalami gangguan mental dan depresi sejak tahun 2023 yang diduga berkaitan dengan persoalan keluarga.
Selama ini korban juga disebut sempat menjalani berbagai upaya pengobatan.
Sementara itu, hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas kesehatan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun luka akibat benturan pada tubuh korban.
Berdasarkan temuan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan tindakan mengakhiri hidup sendiri.
Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh proses hukum lebih lanjut. Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat yang dibuat oleh keluarga.
Baca Juga:Pemerintah Kota Tasikmalaya Dorong TPST Regional dan Ubah Sampah Jadi EnergiProyek IPAL Ciangir Rp3,6 Miliar Masih Pincang, DPRD Ingatkan Jangan Hanya Beres di Atas Kertas
Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental memerlukan perhatian bersama.
Dukungan keluarga, lingkungan, dan akses terhadap layanan kesehatan jiwa menjadi bagian penting dalam membantu individu yang tengah menghadapi tekanan hidup berkepanjangan. (rezza rizaldi)
