Sebagai pemain, ia merupakan salah satu legenda terbesar Barcelona dengan lebih dari 750 penampilan resmi dan koleksi trofi yang sangat panjang, baik bersama klub maupun tim nasional Spanyol.
Setelah pensiun, Xavi memulai karier kepelatihan di Al Sadd SC sebelum akhirnya kembali ke Barcelona sebagai pelatih.
Ia menggantikan Ronald Koeman di Camp Nou dalam situasi sulit.
Pada musim pertamanya, Xavi belum mampu mengangkat performa Barcelona secara maksimal.
Baca Juga:Dejan Stankovic Tak Ingin Anaknya Cuma Jadi Pemain Cadangan Inter MilanMassimiliano Allegri: Pelatih Baru Napoli yang Dibenci Penggemarnya Sendiri
Blaugrana tersingkir di fase grup Liga Champions dan gagal meraih trofi domestik, meski tetap finis di posisi kedua La Liga.
Namun pada musim berikutnya, Xavi berhasil membawa Barcelona menjuarai La Liga dan Supercopa de Espana 2023.
Sayangnya, musim 2023-2024 kembali berjalan mengecewakan tanpa gelar. Situasi itu membuat Barcelona memutuskan memecatnya dan menggantinya dengan Hansi Flick.
Dengan penolakan Xavi, Milan kini harus kembali melanjutkan pencarian pelatih baru.
Rossoneri masih membutuhkan sosok yang mampu menghidupkan kembali ambisi klub setelah musim yang penuh kegagalan, termasuk absennya mereka dari Liga Champions.
Namun semakin banyaknya penolakan membuat pertanyaan besar mulai muncul di kalangan tifosi: apakah proyek baru Milan benar-benar cukup meyakinkan untuk menarik pelatih papan atas Eropa?
