Ravezzani: Cardinale Tidak Mengerti Cara Kerja Klub Besar Seperti AC Milan

Gerry Cardinale
Gerry Cardinale Foto: Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

Ravezzani juga menilai masalah Milan semakin besar karena Cardinale terus mengganti orang-orang penting di klub.

Ia menyebut proyek olahraga tidak mungkin berkembang jika manajemen terus berubah dan para profesional tidak diberi kebebasan bekerja.

“Permainan seperti itu hanya bisa berhasil jika di pucuk klub ada profesional hebat yang dibiarkan bekerja dengan bebas, bukan terus diganti,” katanya.

Baca Juga:Como Incar Sebastiano Esposito, Inter Bisa Dapat Uang Kaget hingga Rp150 MiliarDejan Stankovic Tak Ingin Anaknya Cuma Jadi Pemain Cadangan Inter Milan

Jurnalis Italia tersebut bahkan menyindir sikap Cardinale yang dianggap terlalu arogan dalam mengambil keputusan.

“Karena arogansi tanpa batas, jika target tidak tercapai, menurutnya bukan targetnya yang salah, melainkan orang-orang lain yang gagal,” ujar Ravezzani.

Kritik terhadap Milan memang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pengamat menilai Rossoneri kehilangan identitas sejak era Paolo Maldini berakhir.

Di bawah Maldini, Milan sempat kembali kompetitif dengan meraih Scudetto dan mencapai semifinal Liga Champions 2023.

Namun setelah sang legenda disingkirkan, klub dinilai lebih fokus pada keseimbangan finansial dibanding membangun proyek olahraga yang kuat.

Kini Milan menghadapi situasi yang semakin sulit. Selain kehilangan tempat di Liga Champions, mereka juga kesulitan mencari pelatih baru setelah beberapa kandidat seperti Xavi Hernandez dan Andoni Iraola menolak tawaran Rossoneri.

Di tengah ketidakpastian tersebut, kritik Ravezzani semakin memperkuat kekhawatiran tifosi bahwa Milan sedang bergerak menjauh dari identitasnya sebagai salah satu klub terbesar Eropa.

0 Komentar