Tak Sekadar Adu Cepat, AHDC 2026 Tasikmalaya Jadi Ujian Mental Pebalap Muda

AHDC 2026 Tasikmalaya
Para pebalap yang berhasil menjuarai kelas Honda CBR150R - AHDC (12) berfoto bersama usai race, Minggu (24/5/2026). (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

Kelas ini sebelumnya telah diuji coba pada 2025 dan mendapat respons positif dari masyarakat maupun pecinta balap.

Dengan mesin standar dan pembatasan modifikasi pada sejumlah bagian, termasuk area CVT, kelas Vario 160 menawarkan karakter balapan yang lebih dekat dengan motor harian.

Format tersebut membuat persaingan menjadi menarik karena kemampuan rider, strategi, dan keberanian mengambil momentum di lintasan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir.

Baca Juga:Sharp Indonesia Luncurkan SASPro Series: Speaker Portable Profesional untuk Karaoke dan Live PerformanceBPJS Ketenagakerjaan dan Kemenkop Bersinergi, Perlindungan Pekerja Koperasi Kini Lebih Lengkap

Satu Podium, Satu Crash: Pelajaran Berharga dari Honda Daya Jayadi

Di balik kemeriahan AHDC 2026 Tasikmalaya, cerita pembinaan pebalap muda terlihat dari kiprah Honda Daya Jayadi.

Tim tersebut menurunkan dua rider muda, yakni Agam yang berusia 12 tahun di kelas beginner dan Daffa yang berusia 14 tahun di kelas rookie.

Hasil yang diraih tim ini memperlihatkan dua sisi berbeda dalam dunia balap.

Satu pebalap berhasil naik podium, sementara satu pebalap lainnya mengalami crash saat perlombaan berlangsung.

Manager Tim Honda Daya Jayadi, Ahmad Jayadi, menilai bahwa ajang seperti AHDC bukan hanya soal siapa yang paling cepat mencapai garis finis.

Menurutnya, balapan juga menjadi ruang belajar bagi rider muda untuk membangun mental, mengendalikan emosi, dan mengambil keputusan secara tepat saat berada dalam tekanan.

Ahmad menjelaskan bahwa salah satu pebalapnya sebenarnya memiliki peluang untuk finis di posisi podium.

Baca Juga:Waspada! Hoaks Dana Khusus Pensiunan Mengatasnamakan TASPEN Marak di Media SosialHUT Ke-80 Kodam III/Siliwangi, Bazar UMKM Dorong Ekonomi Kerakyatan di Bandung

Kesempatan itu lepas setelah rider mengambil risiko pada momentum yang kurang tepat.

Baginya, pengalaman tersebut harus dicatat sebagai pelajaran penting agar kesalahan serupa tidak terulang pada balapan berikutnya.

Sebagai mantan pebalap nasional, Ahmad melihat jam terbang sebagai bagian penting dari proses pembentukan karakter rider muda.

Pebalap usia dini tidak cukup hanya memiliki kecepatan, tetapi juga perlu memahami kapan harus menekan, kapan harus bertahan, dan bagaimana membaca situasi balapan secara lebih matang.

Tidak Hanya Balapan, AHDC Hadir sebagai Hiburan Keluarga

AHDC 2026 Tasikmalaya juga dikemas sebagai agenda otomotif yang terbuka bagi masyarakat luas.

Selain menyajikan kompetisi balap, acara ini menghadirkan berbagai aktivitas seperti riding test, games, door prize, band festival, serta penampilan spesial Don Lego feat Firman Ink.

0 Komentar