CIAMIS, RADARTASIK.ID – Semangat berwirausaha yang tumbuh sejak remaja membawa Dede Irpan (25), pemuda asal Dusun Sukahurip Desa Sukaresik Kecamatan Sindangkasih, mampu membangun usaha secara mandiri sejak masih kuliah. Berawal dari modal tabungan Rp 5 juta, kini usaha Agen BRILink yang dirintisnya memiliki modal transaksi hingga Rp 300 juta.
Irpan mengaku minat berwirausaha sudah tumbuh sejak duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Lingkungan keluarga yang sehari-hari menjalankan usaha toko kelontong turut memengaruhi pola pikirnya untuk membangun usaha sendiri.
“Cita-cita ingin berwirausaha tumbuh saat SLTA,” katanya kepada Radar, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Setelah lulus SLTA, Irpan melanjutkan kuliah di Universitas Galuh (Unigal) Ciamis jurusan Agribisnis. Saat pandemi Covid-19 melanda dan aktivitas perkuliahan dilakukan dari rumah, ia mulai berani merintis usaha pada 2021.
Usaha pertamanya dimulai dari kerja sama pembesaran ayam broiler sebanyak 1.500 ekor. “Merintis usaha sejak kuliah, selama pandemi Covid 19. Awalnya saya mulai bisnis menjadi peternak ayam boiler. Bertahan 1,5 tahun,” ujarnya.
Selain beternak ayam, Irpan juga mencoba bisnis jual beli motor bekas, khususnya motor dua tak seperti Vespa dan Yamaha Force 1 (F1).
“Sambil bisnis pembesaran ayam, juga melakukan jual beli motor bekas mesin 2 tak seperti vespa dan Yamaha Force 1 (F1),” katanya.
Namun, usaha peternakan ayam tidak berjalan lama. Kesibukan kuliah membuat usaha tersebut sulit dikelola secara optimal.
“Saya pun berhenti menjadi peternak ayam, setelah 5 kali panen. Alasannya sudah masuk perkuliahan,” ujarnya.
Setelah tidak lagi menjalankan usaha peternakan, Irpan mulai mencari jenis usaha yang lebih fleksibel. Ia melihat peluang layanan transaksi keuangan di lingkungannya masih terbatas. Warga Dusun Sukahurip harus menempuh jarak cukup jauh untuk melakukan tarik tunai maupun transfer ke Unit BRI Sindangkasih atau ATM.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Kebanyakan warga sini ketika mengambil atau transfer uang jarak ke Unit BRI atau ke ATM cukup jauh 4 kilometer (km). Melihat peluang tersebut, ada keinginan membuka Agen BRILink,” katanya.
Berbekal sisa keuntungan usaha sebelumnya dan hasil menabung selama kuliah, Irpan akhirnya memberanikan diri mengajukan menjadi Agen BRILink. Tabungan itu dikumpulkannya selama empat tahun.
