TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, terus menggencarkan pengendalian hama tikus yang mulai mengancam produktivitas pertanian masyarakat.
Salah satu langkah yang kini didorong yakni pembangunan RUBUHA atau Rumah Burung Hantu sebagai solusi pengendalian hama secara alami dan berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui gerakan pengendalian hama tikus terpadu di area persawahan Blok Carik, Jumat (22/5/2026). Kegiatan melibatkan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BOPT) Provinsi Jawa Barat, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pemerintah desa, kelompok tani, serta unsur Forkopimcam.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Dalam kegiatan itu, petugas bersama petani melakukan pengasapan lubang tikus dan pengendalian langsung di area sawah terdampak. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat untuk menekan serangan hama yang dinilai berpotensi menurunkan hasil panen petani.
Camat Pagerageung, Nandang Heryana, mengatakan pengendalian hama tidak cukup dilakukan secara sesaat, melainkan harus melalui pola berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Salah satu solusi jangka panjang yang kini diusulkan adalah pembangunan RUBUHA atau Rumah Burung Hantu di sejumlah titik area pertanian,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar, Minggu (24/5/2026).
Nandang menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menjaga produktivitas pertanian masyarakat. Menurutnya, keberadaan burung hantu, khususnya jenis Tyto alba atau Serak Jawa, terbukti efektif menekan populasi tikus di area persawahan.
Satu ekor burung hantu dewasa diketahui mampu memangsa dua hingga lima ekor tikus setiap malam. Karena itu, pembangunan sarang buatan dinilai penting agar burung hantu dapat menetap sekaligus berkembang biak di sekitar lahan pertanian warga.
Pendekatan alami tersebut dinilai lebih ramah lingkungan dibanding penggunaan racun tikus kimia secara terus-menerus.
“Selain menjaga hasil panen petani, langkah ini juga mendukung konservasi satwa dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” tegasnya.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Ia menambahkan, serangan hama tikus selama ini menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas pertanian, bahkan memicu gagal panen di sejumlah wilayah. Karena itu, penguatan ketahanan pangan harus dimulai dari perlindungan terhadap lahan pertanian masyarakat.
“Saya harap pembangunan RUBUHA nantinya dapat direalisasikan secara bertahap di titik-titik rawan serangan tikus agar manfaatnya dirasakan langsung oleh para petani,” ucapnya.
