SMK Al-Koeriyah Lepas 104 Siswa, Mayoritas Pilih Bekerja

SMK Alkhoeriyah
Lulusan SMK Alkhoeriyah Kota Tasikmalaya 2026 berfoto bersama saat acara pelepasan, Selasa (19/5/2026). (ist)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 104 siswa kelas XII SMK Al-Khoeriyah resmi dilepas dalam kegiatan tasyakuran pelepasan yang digelar di RM Sambel Hejo Kota Tasikmalaya, Selasa (19/5/2026).

Para lulusan berasal dari sejumlah program keahlian, di antaranya Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Otomotif (TO), Perhotelan (PH), serta Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).

Kepala SMK Al-Khoeriyah, Maman, mengatakan, kegiatan pelepasan menjadi bentuk apresiasi kepada siswa yang telah menyelesaikan pendidikan vokasi selama tiga tahun, sekaligus momentum pembekalan sebelum memasuki dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Baca Juga:Doktor Politik!MAN 1 Tasikmalaya Mulai Bangun Gedung Laboratorium dan Perpustakaan SBSN 2026

Berdasarkan data sekolah, sekitar 80 persen lulusan tahun ini memilih bekerja, 15 persen berwirausaha, dan sekitar 5 persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Ia menjelaskan, serapan lulusan oleh dunia industri saat ini masih didominasi perusahaan mitra yang sebelumnya telah bekerja sama dengan sekolah melalui program praktik kerja industri (prakerin) dan magang siswa.

Menurut Maman, kerja sama dengan Industri, Dunia Usaha, dan Dunia Kerja (IDUKA) terus diperkuat melalui berbagai program, seperti prakerin, magang guru dan siswa, guru tamu industri, uji kompetensi keahlian, pelaksanaan UKK, hingga penyelarasan kurikulum berbasis kebutuhan industri.

“Kerja sama ini membantu sekolah meningkatkan kompetensi siswa agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi lulusan SMK di tengah perubahan dunia industri yang berlangsung cepat.

“Tantangan lulusan sekarang semakin berat karena harus menghadapi kompetitor global dan perkembangan teknologi yang memaksa mereka harus mampu mengimbanginya,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, lulusan SMK tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga harus menguasai berbagai literasi, seperti literasi data, digital, sains teknologi, dan numerasi.

Baca Juga:Kemana Larinya PAD Karang Resik Kota Tasikmalaya?Cara Wali Kota Menenangkan Jamaah Haji asal Kota Tasikmalaya!

Sebagai upaya menyiapkan lulusan yang lebih adaptif, SMK Al-Khoeriyah mengembangkan program Edu4 yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi, penguatan nilai agama dan moral, serta penguatan keterampilan sesuai kompetensi keahlian siswa.

Selain itu, sekolah juga menjalankan program Wirausaha, Bekerja, dan Melanjutkan (WBM) untuk membantu siswa menentukan arah setelah lulus melalui pendampingan guru, pelaku usaha, dosen perguruan tinggi, hingga praktisi profesional.

0 Komentar