RADARTASIK.ID – Selebrasi gelar juara Serie A yang dilakukan pemain Inter Milan berbuntut panjang.
Penyerang asal Prancis, Marcus Thuram, kini menjadi sorotan setelah memperlihatkan dua spanduk bernada ejekan terhadap rival sekota, AC Milan, saat parade perayaan Scudetto Inter.
Menurut laporan kantor berita ANSA, Kejaksaan Federal Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi membuka penyelidikan terkait tindakan Thuram dalam parade kemenangan Inter Milan.
Baca Juga:Siapa Keluarga Ellison? Calon Pemilik Baru AC Milan Pengganti RedBirdFabrizio Romano: Jose Mourinho Kembali Latih Real Madrid
Insiden tersebut terjadi ketika skuad Nerazzurri melakukan konvoi menggunakan bus terbuka untuk merayakan keberhasilan merebut gelar liga.
Dalam momen itu, Thuram terlihat mengangkat dua spanduk yang langsung memicu kontroversi di Italia.
Spanduk pertama menampilkan gambar tikus dengan latar warna merah-hitam yang identik dengan Milan.
Sementara spanduk kedua memuat kalimat vulgar yang menyindir kemenangan derby Milan yang diraih Rossoneri musim ini.
Tulisan tersebut berbunyi: “I derby mettiteli nel c…”, sebuah ungkapan kasar yang dalam bahasa Italia bermakna penghinaan.
Aksi Thuram sontak mengundang reaksi luas. Banyak pihak menilai tindakan itu melewati batas rivalitas sehat, meski sebagian fans Inter menganggapnya hanya bagian dari tradisi saling sindir antarsuporter dan pemain di Kota Milan.
Kasus ini pun mengingatkan publik pada kejadian serupa tahun 2022.
Saat itu, giliran para pemain Milan yang menjadi sorotan ketika merayakan Scudetto.
Baca Juga:Jurnalis Italia: AC Milan Lebih Punya Peluang Raih Scudetto Tanpa Rafael LeaoDongeng dari Jerman, SV Elversberg Cetak Sejarah Promosi ke Bundesliga
Dalam parade kemenangan Rossoneri, beberapa pemain seperti Mike Maignan, Theo Hernandez, Sandro Tonali, dan Rade Krunic ikut menyanyikan chant dan membawa spanduk yang menyindir Inter.
Akibat kejadian tersebut, FIGC menjatuhkan sanksi berupa denda kepada sejumlah pemain Milan karena dianggap melanggar Pasal 4 Ayat 1 Kode Etik Olahraga Italia.
Tidak hanya pemain, klub Milan juga terkena hukuman tanggung jawab objektif dengan denda sebesar 12 ribu euro atau sekitar Rp204 juta dengan kurs Rp17.000 per euro.
Karena adanya preseden itu, Thuram kini terancam menerima hukuman serupa.
FIGC diyakini akan memeriksa detail parade dan mengevaluasi apakah tindakan striker Inter tersebut termasuk pelanggaran disiplin.
Persaingan panas antara Inter dan Milan memang kerap memunculkan kontroversi.
