RADARTASIK.ID— Pemerintah menilai gejolak pasar keuangan hanya dipicu sentimen jangka pendek dan optimistis fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Menteri Keuangan atau Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tetap tenang menyusul pelemahan IHSG dan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Pada perdagangan Senin (18/5/2026), IHSG tercatat turun tajam hingga 138 poin atau melemah 2,06 persen ke level 6.584 saat pembukaan pasar.
Baca Juga:Ini Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Simak Tahapan LengkapnyaUpdate Haji 2026: Kemenhaj Tinjau Kesiapan Tenda Arafah untuk Jemaah Haji Indonesia, Lansia Jadi Fokus
Sementara nilai tukar rupiah juga terpantau berada di kisaran Rp17.658 per dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, Purbaya menilai kondisi tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Ia menegaskan gejolak yang terjadi saat ini berbeda dengan krisis ekonomi 1997–1998 karena hanya dipengaruhi sentimen pasar jangka pendek.
Usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam penyerahan alat utama sistem persenjataan di Lanud Halim Perdanakusuma, Purbaya mengajak investor untuk tetap percaya terhadap prospek pasar domestik.
Ia bahkan mendorong pelaku pasar agar tidak takut menghadapi koreksi yang terjadi di pasar saham.
Menurutnya, situasi tersebut justru dapat menjadi momentum bagi investor untuk kembali masuk ke pasar.
“Jadi teman-teman enggak usah khawatir. Investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut, serok bawah sekalian,” katanya usai mendampingi Prabowo dalam penyerahan alutsista di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin, 18 Mei 2026.
Baca Juga:Persija Takluk dari Persib, Fabio Calonego Soroti Penyelesaian Akhir Macan Kemayoran yang Gagal Jadi NagaLive Streaming Jadwal Moto3 Catalunya 2026, Veda Ega Pratama Incar Podium Kedua
Purbaya optimistis kondisi pasar keuangan Indonesia berpotensi segera pulih dalam waktu singkat.
Ia menilai secara teknikal, tekanan yang terjadi saat ini kemungkinan hanya berlangsung sementara sebelum kembali bergerak stabil.
Menurut Purbaya, fondasi ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat.
Karena itu, pemerintah diyakini memiliki ruang yang cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan pasar global maupun domestik.
“Kalau saya lihat teknikal-nya, sehari dua hari sudah balik. Jadi jangan lupa beli saham kita lagi,” jelasnya.
Purbaya juga menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga sehingga gejolak pasar keuangan tidak berdampak besar terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Selain menjaga stabilitas ekonomi, pemerintah disebut tengah memperkuat pasar obligasi domestik.
