Cegah Gangguan Jiwa Remaja, Sekolah di Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya Bentuk Satgas P3LP

cegah gangguan jiwa remaja
Tim UPTD Puskesmas Bojonggambir saat sosialisasi tentang P3PL di beberpapa sekolah yang ada di Kecamatan Bojonggambir, Senin 18 Mei 2026. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – UPTD Puskesmas Bojonggambir mulai memperkuat upaya pencegahan gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar dengan merencanakan pembentukan Satgas P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis) di tingkat SMP dan SMA sederajat di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya.

Satgas tersebut akan melibatkan guru dan siswa sebagai langkah awal penanganan persoalan psikologis remaja di lingkungan sekolah agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Penanggungjawab Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja UPTD Puskesmas Bojonggambir, Doni Juliana, S.KM mengatakan, pembentukan Satgas P3LP merupakan bagian dari penguatan edukasi kesehatan jiwa di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama

“Pembentukan satgas dilakukan secara bertahap dengan melibatkan sekolah-sekolah di wilayah Bojonggambir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, sekolah menjadi tempat strategis untuk mendeteksi sejak dini persoalan psikologis yang dialami peserta didik. Karena itu, pihaknya berencana membentuk Satgas Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis yang melibatkan guru dan siswa.

Ia menjelaskan, dalam proses pembentukannya akan dilakukan orientasi dan penguatan pemahaman mengenai kesehatan mental serta prinsip dasar P3LP kepada pihak sekolah. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembentukan dan penguatan peran satgas di masing-masing sekolah.

Untuk tahap orientasi, kata dia, kepala sekolah atau madrasah juga akan menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut.

“Jadi sekolah bukan hanya mengetahui programnya, tetapi ikut bertanggung jawab dalam pelaksanaannya,” katanya.

Sementara itu, Penanggungjawab Kesehatan Jiwa UPTD Puskesmas Bojonggambir, Deri Haryadi SKep Ners menjelaskan, konsep P3LP menitikberatkan pada pendekatan kemanusiaan dan kepedulian sosial terhadap kondisi psikologis seseorang.

Prinsip utama dalam P3LP, lanjut dia, yakni memperhatikan, mendengarkan dan menghubungkan. Menurutnya, banyak persoalan psikologis pada remaja yang kerap tidak disadari oleh lingkungan sekitar.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Padahal, jika tidak ditangani sejak dini, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan mental yang lebih serius.

Kadang anak hanya butuh didengarkan. Ketika ada perubahan perilaku, murung, menarik diri atau mengalami tekanan, itu jangan dianggap sepele.

“Luka psikologis yang tidak tertangani bisa menjadi berat dan akhirnya berujung pada gangguan jiwa,” tegasnya.

0 Komentar