TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kejuaraan baris-berbaris yang digelar Forum Baris Indonesia (Forbasi) Kota Tasikmalaya 1.0 di GOR Susi Susanti, Sabtu (16/5/2026), mendadak diwarnai insiden yang menyeret nama Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra dan pengasuh Pondok Pesantren Fauzan Paseh, Ustaz Mabruri.
Ajang lomba kategori U12, U15 dan U18 tingkat SD, SMP hingga SMA se-Kota Tasikmalaya itu sedianya menjadi panggung kedisiplinan pelajar.
Namun suasana sempat memanas akibat kesalahpahaman di tengah padatnya kerumunan peserta dan penonton.
Baca Juga:Dari Pesantren ke Panggung Nasional, Alumni Darussalam Disebut Penjaga Moral dan Sosial BangsaPemilik Toko SRC di Tasikmalaya Terima Santunan JKM BPJS Ketenagakerjaan Rp 42 Juta
Menurut informasi yang dihimpun, insiden terjadi sekitar pukul 08.00 saat Diky Candra, yang sedang bertugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, hendak memasuki area kegiatan.
Kondisi GOR saat itu dipenuhi peserta lomba, guru pendamping hingga orang tua siswa.
Di tengah kerumunan, sejumlah ibu-ibu disebut sempat menghentikan langkah Diky untuk berswafoto.
Pada saat bersamaan, Ustaz Mabruri yang hadir dengan pakaian olahraga mencoba menyapa Diky.
Keduanya diketahui sudah saling mengenal dekat dan disebut kerap berbincang santai di luar agenda formal.
Hanya saja, penampilan Mabruri yang tidak mengenakan pakaian khas kesehariannya diduga membuat Diky tidak langsung mengenalinya.
Saat mencoba menyapa sambil menyentuh bagian pinggang, Diky disebut reflek dan sempat mencekik leher Mabruri. Situasi itu kemudian dilerai ajudan yang berada di lokasi.
Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Tasikmalaya Dorong Pekerja Mandiri Manfaatkan Diskon Iuran demi Perlindungan KerjaDiskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 50 Persen, Pekerja Mandiri Bisa Dapat Santunan Rp 42 Juta
Peristiwa tersebut sontak membuat suasana sekitar tegang sesaat. Ironisnya, di arena lomba baris-berbaris yang identik dengan ketertiban, justru muncul “barisan salah paham” yang tak masuk agenda acara. Namun beruntung, insiden tidak sampai meluas.
Usai kejadian, Mabruri memilih pulang ke kediamannya di kawasan Paseh untuk menenangkan diri.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.00, Diky Candra disebut mendatangi rumah Mabruri untuk melakukan tabayun dan islah.
Saat dikonfirmasi Minggu (17/5/2026), Ustaz Mabruri membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun dia menegaskan persoalan itu sudah diselesaikan secara baik-baik.
“Atos we teu kenging diviralken, hawatos ka pejabat, abdi atos lebar manah, atos ishlah. (Sudah jangan diviralkan, kasihan kepada pejabatnya, saya sudah berlapang dada, sudah berdamai),” ujarnya singkat.
