Ia berharap masyarakat semakin terbuka mengapresiasi dunia seni. Sebab seni bukan hanya milik pelukis atau galeri elit semata.
“Dunia seni itu bukan hanya milik seniman, tapi milik semua orang dengan caranya masing-masing,” katanya.
Rukmini juga mengungkapkan, sejumlah anak binaan Sanggar Brahmastra Art bahkan pernah mengikuti pameran di luar kota hingga luar negeri.
Baca Juga:Monumen Koperasi Tasik Jangan Jadi Pajangan Sejarah, Dorongan Cagar Budaya Sudah Masuk KementerianBiaya Pengobatan Korban Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya Capai Rp30 Juta
Prestasi itu menjadi bukti bahwa kreativitas anak Tasikmalaya tak boleh dipandang sebelah mata.
Sementara itu, Plh Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menilai pendidikan seni penting untuk membangun kepekaan rasa sejak dini. Menurutnya, profesi apa pun tetap membutuhkan nilai seni dan empati.
“Kalau pejabat saja tidak punya rasa, yang diurus nanti cuma kepentingan pribadi. Seni itu melatih sensitivitas positif,” tambahnya.
Ia mengapresiasi konsistensi para pegiat seni di Tasikmalaya, termasuk Hj Rukmini yang dinilai terus mendampingi dan mendukung sanggar-sanggar lukis di daerah.
“Ini pelatihan rasa yang luar biasa untuk anak-anak,” pungkasnya. (rezza rizaldi)
