Butuh Solusi! Pendapatan Nelayan di Pangandaran Semakin Berkurang

Nelayan pangandaran
Sejumlah nelayan Pangandaran beristirahat di pesisir, usai menangkap ikan di laut, beberapa waktu lalu.
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID– Pendapatan nelayan di Pangandaran akhir-akhir ini terus berkurang. Hal ini berkaitan dengan penurunan hasil tangkapan ikan mereka di laut karena faktor cuaca.

Ketua KUD Minasari, Jeje Wiradinata mengatakan, cuaca dan masa paceklik dinilai berdampak langsung terhadap menurunnya pendapatan nelayan dalam beberapa waktu terakhir.

Jeje menyebut hasil melaut yang diperoleh nelayan kian menurun, bahkan dalam sejumlah kasus nilai penjualan ikan tidak mencapai Rp1 juta per trip. “Kalau dihitung, setelah dikurangi biaya operasional, pendapatan nelayan bisa hanya sekitar Rp100 ribu sampai Rp 200 ribu. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ujarnya kepada Radar Jumat (8/5/2026).

Baca Juga:Butuh Rp345 Juta Perbulan Untuk Gaji Sukwan DLH Kota Tasikmalaya, Bukan Masalah Kalau PAD OptimalInovasi Parkir Dishub Kota Tasikmalaya Terancam Rontok, Ada Wacana Sistem Berlangganan se-Jawa Barat

Ia menjelaskan, nelayan tetap harus menanggung biaya melaut seperti bahan bakar, logistik, dan bekal yang rata-rata mencapai Rp 200 ribu setiap kali berangkat.

Sisa pendapatan kemudian dibagi antara pemilik kapal dan awak, sehingga penghasilan yang diterima semakin kecil. Menurut Jeje, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu kesejahteraan nelayan serta stabilitas ekonomi masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.

Sebagai langkah awal, KUD Minasari berencana menggelar dialog dengan berbagai pihak untuk mencari solusi, termasuk upaya menjaga kestabilan harga ikan di pasaran. “Kami akan duduk bersama dengan para pihak untuk mencari solusi terbaik. Beberapa skema pengamanan harga juga sudah kami siapkan,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau aktivitas pelelangan ikan sekaligus berdialog dengan nelayan dan bakul guna mengetahui kondisi riil yang terjadi.

Selain itu, Jeje berharap faktor cuaca dan kondisi ekosistem laut ke depan dapat membaik sehingga hasil tangkapan nelayan kembali meningkat.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar