TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kondisi Saluran Irigasi Ciramajaya di Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, yang tidak berfungsi selama bertahun-tahun mengakibatkan banyak lahan sawah mengalami alih fungsi.
Sawah yang sebelumnya produktif untuk tanaman padi kini berubah menjadi kebun kelapa, kopi, hingga tanaman keras lainnya yang tidak membutuhkan banyak air.
Kerusakan irigasi yang disebut sudah berlangsung lebih dari satu dekade itu menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya, aliran air yang seharusnya menjadi penopang utama kebutuhan pertanian tidak lagi mengaliri ribuan hektare lahan sawah di wilayah tersebut.
Baca Juga:GTRA Plus Siap Bongkar Permasalahan Tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Ini Kata Agustiana!!Kisruh di Desa Cayur Cikatomas Tasikmalaya, Agustiana: Lebih Baik SPP yang Disalahkan Ketimbang Ulama
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Tatang Wahyudin, menyampaikan bahwa kondisi irigasi yang tidak mengalir selama bertahun-tahun telah menyebabkan perubahan pola pertanian masyarakat.
“Untuk Irigasi Ciramajaya sendiri memang sudah banyak terjadi alih fungsi lahan karena selama ini tidak ada air yang mengalir ke sawah,” ujar Tatang.
Menurut dia, lahan yang sebelumnya digunakan untuk menanam padi kini banyak ditanami pohon kelapa, kopi, serta tanaman lain yang tidak membutuhkan pengairan intensif. Meski demikian, lahan tersebut secara administrasi masih tercatat sebagai Lahan Baku Sawah (LBS).
“Kalau ingin lahan itu kembali menjadi sawah produktif, maka pengairannya harus tersedia dan air irigasi harus terus mengalir,” katanya.
Rencana perbaikan jaringan Irigasi Ciramajaya pun kini mendapat perhatian serius dari masyarakat. Warga berharap program tersebut tidak hanya menjadi wacana tanpa realisasi nyata di lapangan.
Selama bertahun-tahun, kerusakan irigasi dinilai telah berdampak besar terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Banyak sawah yang akhirnya terbengkalai karena tidak dapat digarap secara maksimal akibat kekurangan air.
Tokoh masyarakat Tanjungjaya, Oos Basor, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung sangat lama dan hingga kini masyarakat belum merasakan manfaat nyata dari keberadaan irigasi tersebut.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Kurang lebih sudah 17 tahun masyarakat kesulitan menggarap lahan secara maksimal karena tidak ada pasokan air. Banyak sawah yang akhirnya terbengkalai dan tidak ditanami,” ujar Oos.
Ia menjelaskan, sebagian petani masih bertahan dengan mengandalkan air hujan untuk bercocok tanam. Namun hasil panen yang diperoleh jauh dari optimal. Sementara sebagian besar lahan lainnya dibiarkan kosong karena tidak memungkinkan untuk digarap tanpa dukungan irigasi.
