Kasus Kekerasan Kampus Diantisipasi, Unitas Siapkan Pendampingan Komprehensif

kerja sama pencegahan kekerasan di kampus
Satgas PPKPT Unitas resmi menjalin kerja sama dengan Taman Jingga, Rabu (6/5/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Isu kekerasan di lingkungan kampus tak lagi dianggap angin lalu. Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) memilih memasang “rem darurat” lewat kolaborasi strategis.

Rabu (6/5), Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Unitas resmi menjalin kerja sama dengan Taman Jingga.

Ketua Satgas PPKPT Unitas, Dr. Ecep Nurjamal S.H., M.H., menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar seremoni MoU, melainkan upaya konkret menghadirkan sistem penanganan kekerasan yang lebih siap siaga.

Baca Juga:Dua Mahasiswa UMB Jadi Google Student Ambassador 2026, Dorong Literasi AI di KampusBus Ngulisik Jadi Kelas Investasi, Unsil Dorong Mahasiswa Baca Aset Nyata Tasikmalaya

“Kami membutuhkan tenaga ahli, khususnya psikolog, untuk memperkuat teknik penanganan dan pencegahan kekerasan, baik fisik maupun psikis di lingkungan kampus,” ujarnya.

Ia berharap, sinergi ini menjadi langkah antisipatif agar kasus-kasus yang berpotensi muncul bisa dicegah sejak dini.

“Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi kampus harus siap. Jangan sampai ketika masalah datang, kita baru sibuk mencari pegangan,” katanya, menyiratkan pentingnya kesiapan sebelum badai.

Rektor Unitas, Dr. Ade Zenul, M.Pd., menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis membangun ekosistem kampus yang aman dan humanis.

Menurutnya, kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan peradaban.

“Ini wujud komitmen kami untuk zero tolerance terhadap segala bentuk kekerasan. Pencegahan, penanganan, hingga pendampingan korban harus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Taman Jingga, Ipa Zumrotul Falihah, menyambut baik kolaborasi ini.

Baca Juga:Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Terancam Mengalami KebutaanWarga Cibeureum Tasikmalaya Geger, Jenazah Lansia Ditemukan Duduk di Sebuah Rumah

Ia menegaskan kesiapan lembaganya untuk turun langsung dalam penanganan kasus, mulai dari pendampingan hukum, konseling psikologis, hingga intervensi sosial di lapangan.

“Taman Jingga memiliki tim lengkap, dari advokat, psikolog, hingga tenaga sosial. Kami siap mendampingi korban dan juga aktif dalam upaya preventif seperti sosialisasi dan kampanye di lingkungan kampus,” jelasnya.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan yang belakangan kerap mencuat di lingkungan perguruan tinggi.

Dengan pendekatan profesional dan kolaboratif, Unitas ingin memastikan kampus benar-benar menjadi “rumah bersama” yang aman, bukan sekadar slogan di spanduk. (rezza rizaldi)

0 Komentar