Rekonstruksi Lahan Lapangan Olahraga di Kota Tasikmalaya Sempat Memanas, Dugaan Maladministrasi Menguat

rekonstruksi pengukuran lahan lapangan olahraga
Petugas BPN Tasikmalaya saat melakukan pengukuran lahan lapangan olahraga di Jalan Djuanda, Selasa (5/5/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Dulu ada, sekarang hilang. Dampaknya jelas, banjir di belakang permukiman,” katanya.

Ia juga menuding tidak adanya sosialisasi yang layak kepada warga.

“Katanya sudah sosialisasi, tapi faktanya tidak ada. Kami menolak pembangunan ini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan perwakilan tokoh pemuda Sukamulya, Ajang Firman. Ia menyebut pembangunan telah menghilangkan batas alam dan sempadan sungai, sehingga memicu banjir setiap hujan turun.

Baca Juga:10 Korban Penyiraman Air Keras di Manonjaya Tasikmalaya, Ini Daftar Nama dan KondisinyaRuang Kreatif Seni Pertunjukan Kembali Hadir: Seniman Muda Didorong Naik Kelas, Bukan Sekadar Pentas

“Kalau dipaksakan, akan ada gelombang besar dari masyarakat,” jelasnya mengingatkan.

Dari sisi keagamaan, perwakilan DKM Sukamulya, Aef Saepudin, juga menyuarakan keberatan.

Ia menilai keberadaan proyek telah mengganggu lingkungan dan memicu banjir. “Kami menolak pembangunan ini,” katanya singkat.

Rekonstruksi pengukuran ini kini menjadi titik krusial: apakah akan menjadi jalan keluar, atau justru membuka kotak pandora persoalan baru.

Di tengah klaim pembangunan untuk kepentingan publik, warga justru mempertanyakan—untuk siapa sebenarnya proyek ini berdiri? (rezza rizaldi)

0 Komentar