Muhaimin Iskandar menegaskan, pemerintah menargetkan sekitar 10 juta masyarakat dapat masuk ke sektor formal atau tumbuh menjadi wirausaha hingga 2029.
Target ambisius itu menjadi bagian dari peta jalan besar pemerintah untuk menekan kemiskinan ekstrem pada 2026, sekaligus menjaga tingkat kemiskinan nasional tetap berada di bawah 5 persen pada 2029.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat-pusat kota.
Baca Juga:PPIH Siap Sambut Gelombang Kedua Jemaah Haji 2026 di Jeddah, Layanan Lansia Jadi PrioritasTerjawab, Kenapa Veda Ega Pratama Dijuluki Travis Pastrana Moto3, Latihan Ekstrem Jadi Senjata Rahasia di Le M
Ia menilai potensi besar justru banyak tersimpan di desa, kecamatan, dan wilayah penyangga yang selama ini belum tersentuh optimal oleh program pengembangan industri kreatif.
Karena itu, arah kebijakan ke depan akan difokuskan pada pemerataan akses, pembinaan talenta kreatif, serta penguatan ekosistem usaha berbasis potensi lokal agar manfaat ekonomi kreatif dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui sinergi lintas kementerian ini, pemerintah menaruh optimisme besar bahwa UMKM dan ekonomi kreatif bukan hanya menjadi penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga tampil sebagai instrumen efektif dalam mempercepat penurunan kemiskinan secara nyata, inklusif, dan berkesinambungan.
