RADARTASIK.ID— Catatan waktu yang makin tajam, simulasi balapan panjang, dan gap tipis dari pembalap tercepat menjadi sinyal bahwa Veda Ega Pratama siap membuat kejutan pada seri Moto3 Prancis 2026.
Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi buah bibir di paddock Moto3.
Bukan karena sensasi, melainkan lewat performa yang berbicara lantang di lintasan.
Baca Juga:Gus Ipul: Sekolah Rakyat Pelaksanaan Amanat Konstitusi untuk Memelihara Pakir Miskin dan Anak-Anak TerlantarUpdate Haji 2026: Tiga Jemaah Haji Indonesia Dievakuasi ke Makkah dengan Ambulans
Pembalap muda Indonesia itu tampil mencolok dalam sesi tes pasca-balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, memperlihatkan perkembangan signifikan yang mulai membuat rival-rivalnya menoleh.
Bagi Veda, Jerez bukan sekadar arena evaluasi.
Trek legendaris itu menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa dirinya terus bertumbuh—lebih cepat, lebih matang, dan semakin kompetitif di level dunia.
Setelah balapan usai, seluruh tim Moto3 memanfaatkan sesi pengujian untuk memoles performa motor sekaligus mencari formula terbaik menghadapi seri-seri berikutnya.
Di tengah persaingan ketat itulah, Veda justru tampil menonjol.
Pembalap asal Gunungkidul tersebut membukukan waktu terbaik 1 menit 45,047 detik, catatan yang mengantarnya finis sebagai pembalap tercepat keenam dalam sesi tes.
Hasil ini menjadi lompatan besar dibanding performanya saat race, ketika ia berada di posisi kesembilan.
Yang lebih menarik, jarak waktunya dengan pembalap tercepat, Valentin Perrone, hanya terpaut 0,186 detik—selisih yang sangat tipis di kelas Moto3, kategori balap yang terkenal sangat kompetitif dengan margin waktu nyaris tak terlihat.
Pengamat MotoGP, Iwan Banaran, menilai sesi tes di Jerez dimanfaatkan Veda dan timnya untuk mengeksplorasi banyak aspek teknis motor.
Baca Juga:Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen, Pendapatan Pengemudi Jadi 92 PersenEra Baru, MotoGP 2027 Resmi Ubah Aturan, Wildcard Dihapus hingga Teknologi Pemantau Pembalap Diperluas
Menurutnya, fokus pengembangan menyentuh detail-detail krusial seperti penyetelan suspensi, distribusi bobot motor, hingga manajemen ban yang sangat menentukan performa dalam balapan panjang.
Tak berhenti di situ, Veda juga menjalani simulasi race distance yang intens.
Banaran mengungkapkan bahwa rider muda Indonesia itu mencatat 58 lap dalam sesi long run—jumlah yang jauh lebih banyak dibanding saat balapan resmi.
Angka tersebut menunjukkan Honda Team Asia sedang membangun fondasi penting: daya tahan ban, konsistensi pace, dan kestabilan performa hingga lap terakhir.
Di kelas Moto3, langkah seperti ini sangat krusial.
