Keluarga Bobotoh yang Dikeroyok di Tasikmalaya Minta Pelaku Diusut Tuntas

dugaan pengeroyokan bobotoh
gambar ilstrasi: prudensi
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap sejumlah remaja usai kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, menyisakan duka mendalam.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lainnya mengalami luka-luka.

Hadis, ayah dari Aditya Pranata— salah satu korban luka— mengungkapkan kronologi kejadian yang menimpa anaknya. Ia menjelaskan, sebelum kejadian, anaknya sempat berpamitan untuk mengikuti nobar pertandingan Persib Vs Bhayangkara FC bersama teman-temannya.

Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi

“Awalnya pamit untuk nobar Persib. Setelah itu, mereka sempat menuju objek wisata Citiis,” ujar Hadis.

Namun nahas, saat dalam perjalanan pulang dari lokasi wisata tersebut, rombongan remaja itu tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal. Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan.

“Tidak tahu apa-apa, langsung saja dikeroyok,” katanya.

Hadis menduga insiden tersebut dipicu oleh suara bising dari sepeda motor salah satu teman anaknya yang menggunakan knalpot brong, sehingga memancing emosi pihak lain.

Ia baru mengetahui kejadian tersebut pada pagi hari setelah menerima kabar bahwa anaknya mengalami luka cukup serius, terutama di bagian wajah.

“Saya tidak tahu dipukul pakai apa, mungkin cincin atau benda lain. Yang jelas mukanya sampai lebam,” ungkap dia.

Akibat kejadian itu, Aditya mengalami luka pada bagian mata, pipi, dan pundak. Saat kejadian, posisi Aditya tidak berada di motor yang sama dengan korban meninggal dunia. Korban yang meninggal, lanjut Hadis, berada di posisi paling depan rombongan.

“Yang meninggal itu ada di depan, berboncengan dua orang,” jelasnya.

Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!

Pihak keluarga korban berencana melaporkan kasus ini ke Polres Tasikmalaya guna menuntut keadilan dan mengungkap pelaku pengeroyokan.

“Pelakunya harus diadili. Ini sudah keterlaluan, sampai ada nyawa melayang. Luka sedikit saja bisa dihukum, apalagi sampai meninggal dunia,” tegas Hadis.

Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku.

Sementara itu, Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya IPDA Agus Yusup Suryana belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (Ujang Nandar)

0 Komentar