Bahkan, ia sempat mengalami pemecatan lebih awal di Turki setelah gagal di kualifikasi Liga Champions.
Kesuksesan terakhir Mourinho datang bersama AS Roma, saat ia memenangkan UEFA Conference League. Namun setelah itu, konsistensinya kembali dipertanyakan.
Musim ini pun tidak berjalan mulus. Tim yang ia latih hanya mampu bersaing di papan atas tanpa benar-benar mendominasi, tertinggal cukup jauh dari rival utama dalam perebutan gelar.
Baca Juga:Lini Serang AC Milan Kehilangan Tajinya, Allegri Beri Sinyal Lepas PulisicInter Bidik Curtis Jones, Frattesi Bisa Pulang ke AS Roma
Keinginan Perez untuk membawa kembali Mourinho mencerminkan ambisi besar Madrid: kembali ke jalur juara secepat mungkin.
Dengan tekanan tinggi dari publik dan tradisi klub yang selalu menuntut trofi, Madrid tidak ingin mengulangi musim tanpa gelar.
Mourinho dinilai sebagai sosok yang mampu menghadirkan mentalitas pemenang, meski gaya bermainnya kerap menuai kritik.
Pengalamannya di kompetisi Eropa juga menjadi nilai tambah yang sulit diabaikan.
Kini, keputusan ada di tangan manajemen Madrid. Apakah mereka akan mengambil risiko dengan membawa kembali sosok lama yang penuh kontroversi, atau memilih pelatih baru dengan pendekatan berbeda?
Yang jelas, musim panas mendatang akan menjadi periode krusial bagi Los Blancos.
Jika Mourinho benar-benar kembali, maka itu bukan sekadar reuni—melainkan langkah besar untuk mengembalikan kejayaan Real Madrid di level tertinggi.
