Lini Serang AC Milan Kehilangan Tajinya, Allegri Beri Sinyal Lepas Pulisic

Christian Pulisic
Bintang AC Milan Christian Pulisic. (AC Milan/Instagram)
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Masa depan Christian Pulisic di AC Milan mulai diselimuti tanda tanya besar yang memicu spekulasi soal kemungkinan perpisahan di akhir musim.

Media Italia, Calciomercato, melaporkan bahwa pemain asal Amerika Serikat itu tengah mengalami periode terburuknya sejak berkarier di Serie A.

Pulisic mengalami paceklik gol yang mencolok sepanjang 2026.

Ia belum mencetak satu pun gol sejak 28 Desember, dengan total 16 pertandingan kompetitif berlalu tanpa kontribusi gol.

Baca Juga:Intip Lini Belakang Juventus jika Datangkan Bek Ekuador Seharga Rp680 Miliar: Federico Gatti Bakal Jadi KorbanCostacurta Kecam Penyerang AC Milan: Pulisic Terburuk, Leao Malas Berlari

Catatan ini menjadi sorotan tajam, terlebih karena Milan juga sedang mengalami penurunan performa di paruh kedua musim.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada ambisi tim. Rossoneri gagal menandingi laju Inter Milan dalam perburuan Scudetto, sekaligus membuat posisi mereka di zona Liga Champions menjadi tidak aman.

Selain Pulisic, inkonsistensi Rafael Leao juga turut memperburuk situasi, menjadikan lini serang Milan kehilangan tajinya.

Sorotan terhadap Pulisic semakin menguat setelah komentar pelatih Massimiliano Allegri usai laga melawan Juventus.

Dalam pertandingan tersebut, Pulisic kembali tampil di bawah ekspektasi sebelum akhirnya digantikan oleh Christopher Nkunku di babak kedua.

Allegri memberikan penilaian yang terdengar simpatik, namun juga menyiratkan keraguan.

“Ia pemain yang sangat sensitif. Ketika tidak mencetak gol, hal itu memengaruhinya. Dia kesulitan dalam duel dan menderita dalam situasi seperti itu. Kami harus menyeimbangkan tim, apalagi tanpa penyerang tengah murni, dia jadi semakin kesulitan,” ujar Allegri.

Pernyataan tersebut dianggap sebagai pesan tersirat. Di satu sisi, Allegri mencoba melindungi pemainnya.

Baca Juga:Media Italia: Alisson Tergoda Rayuan JuventusPepo Martinez Tak Mau Jadi Cadangan, Inter Ragu Datangkan Vicario

Namun di sisi lain, ia juga mengindikasikan bahwa sistem permainan yang ia inginkan mungkin tidak lagi cocok untuk karakter Pulisic.

Secara statistik, kontribusi Pulisic musim ini sebenarnya tidak sepenuhnya buruk—dengan delapan gol di liga dan dua di Coppa Italia.

Namun angka tersebut tidak mampu menutupi penurunan performa yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Situasi semakin rumit karena negosiasi kontrak baru juga mengalami kebuntuan.

Meski kontraknya masih berlaku hingga 2027, dengan opsi perpanjangan satu tahun, belum ada tanda-tanda kesepakatan akan segera tercapai.

0 Komentar