TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Agenda pemilihan umum masih lama. Bisa 2029 atau 2031. Tapi politik tak pernah menunggu. Ia terus bergerak setiap waktu. Seperti para mantan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum dan Ade Sugianto. Keduanya belakangan melontarkan pernyataan yang mengalihkan perhatian public sejenak.
Ade mengungkapkan bahwa menurut DKPP, dirinya baru menjabat satu periode. Sehingga bisa mencalonkan diri lagi. Mantan wakil guberur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, juga tak mau kalah. Pria yang kini menjabat Ketua DPW PPP Jawa Barat itu menyatakan, dirinya punya peluang lebih besar untuk ikut Pilkada di Tasikmalaya dibanding Ade.
Bukan hanya karena ia baru dihitung satu periode menjabat bupati, tapi juga posisinya saat ini lebih strategis. Sebagai ketua DPW, dia punya kuasa untuk memberikan rekomendasi calon kepala daerah ke DPP.
Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!
Di sisi lain, Kabupaten Tasikmalaya saat ini juga sedang dipimpin kepala daerah dari PPP, Cecep Nurul Yakin. Sedangkan wakilnya, Asep Sopari Al Ayubi, dari Gerindra. Jika Uu maju, potensi dinamika politik tidak hanya terjadi dengan Cecep, tetapi juga dengan Gerindra sebagai partai pengusung pasangan tersebut pada Pilkada sebelumnya.
Menyikapi dinamika politik itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana, angkat bicara. Menurutnya membicarakan Pilkada saat ini masih terlalu dini.
“Karena kepala daerah yang menjabat hari ini pun, kan belum sampai dua tahun menjalankan kinerjanya sebagai bupati dan wakil bupati,” kata Usman, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, Gerindra akan bersikap proporsional dalam menentukan langkah politik ke depan. Termasuk dalam mengusung calon bupati. Pertimbangan utama akan didasarkan pada perolehan kursi legislatif serta evaluasi kinerja kepala daerah yang saat ini menjabat.
“Meskipun bupatinya bukan dari Gerindra, tapi kan diusung oleh partai Gerindra. Tentu kita akan melihat sejauh mana Pak Cecep menjalankan kepemimpinannya, dengan baik,” terang Usman.
Menurutnya, Gerindra akan menilai kemampuan kepala daerah yang diusung dalam beberapa aspek. Salah satunya menjaga sinergi politik, termasuk menghargai peran partai pengusung. Selain itu, capaian dalam mendukung program strategis nasional juga menjadi indikator penting.
