“Termasuk program prioritas Presiden Prabowo. Mampu tidak menjawab ekspektasi dan harapan publik masyarakat Kabupaten Tasikmalaya, akan kepemimpinan yang diusung oleh Gerindra,” kata Usman.
Menurutnya, hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 nanti akan menjadi faktor penentu. Jika Gerindra meraih kursi terbanyak, peluang mengusung kader sendiri sebagai bupati akan semakin terbuka.
“Jadi ya, kalau misalnya partai Gerindra, diposisikan hanya sebatas mendorong saja, tanpa ada penghormatan, penghargaan dan apresiasi yang pantas dan wajar, ya lihat saja nanti karena memang dalam politik itu serba mungkin,” ungkap Usman.
Baca Juga:Ratusan Kepala Madrasah Ikuti Pembinaan di MAN 1 TasikmalayaTanggung Jawab Moral di Balik Lahirnya Seorang Pemimpin!
“Ya kalau kursi Gerindra paling banyak, ada kemungkinan dan potensi misalnya bisa saja bupatinya dari kader terbaik Gerindra. Tapi kita tetap proporsional,” tambah Usman.
Ia menegaskan, fokus Gerindra saat ini tetap pada evaluasi kinerja pemerintahan berjalan dan dinamika politik ke depan.
“Yang jelas politik itu serba mungkin,” ujarnya. (Diki Setiawan)
