RADARTASIK.ID – Masa depan Christopher Nkunku bersama AC Milan tampaknya tidak akan berlangsung lama.
Baru satu musim berseragam Rossoneri, penyerang asal Prancis itu sudah berada di ambang pintu keluar, menyusul performa yang jauh dari ekspektasi.
Didatangkan dengan harapan besar, Nkunku gagal memberikan dampak signifikan.
Dari total 31 penampilan di semua kompetisi, ia hanya mampu mencetak enam gol—lima di Serie A dan satu di Coppa Italia, yang bahkan tercipta saat debut melawan Lecce.
Baca Juga:AC Milan Semakin Dijauhi Penggemar Setianya, Momen Maldini Turunkan Harga Tiket Kembali DiungkitAtalanta Tumbang, AC Milan Dipastikan Tampil di Kompetisi Eropa
Catatan tersebut jelas tidak cukup untuk mengamankan tempat sebagai pilihan utama di lini serang.
Pelatih Massimiliano Allegri pun perlahan menyingkirkan Nkunku dari starting XI.
Dalam sembilan pertandingan terakhir, ia hanya sekali dimainkan, yakni saat Milan kalah di markas Napoli di Stadion Diego Armando Maradona. Selebihnya, Nkunku lebih sering menghangatkan bangku cadangan.
Gol terakhirnya sendiri sudah cukup lama, yakni pada 3 Februari 2026 saat Milan menang 3-0 atas Bologna di Stadion Renato Dall’Ara.
Sejak saat itu, performanya terus menurun dan gagal memanfaatkan peluang yang diberikan.
Di sisi lain, duet Rafael Leão dan Christian Pulisic tetap menjadi pilihan utama Allegri di lini depan.
Kondisi ini membuat posisi Nkunku semakin terpinggirkan, bahkan hanya menjadi pelapis bagi Pulisic.
Masalahnya bukan hanya soal performa di lapangan. Secara finansial, Nkunku juga menjadi beban yang cukup besar bagi Milan.
Baca Juga:Media Italia: Inter Milan Tak Terlibat dalam Kasus Wasit RocchiMarcus Rashford Memilih Potong Gaji daripada Pulang ke Manchester United
Ia didatangkan dari Chelsea pada Agustus 2025 dengan nilai transfer €37 juta plus bonus €5 juta.
Jika dikonversi dengan kurs €1 = Rp17.000, nilai transfer tersebut setara dengan sekitar Rp629 miliar, dengan tambahan bonus sekitar Rp85 miliar. Angka yang sangat besar untuk pemain yang belum memberikan kontribusi maksimal.
Kontrak Nkunku berdurasi hingga 2030 dengan gaji bersih €5 juta per musim, atau sekitar Rp85 miliar per tahun.
Jika dihitung secara bruto, total gajinya mencapai €9,25 juta per musim (sekitar Rp157,25 miliar).
Menurut laporan keuangan, biaya amortisasi transfernya mencapai €7,4 juta per musim (sekitar Rp125,8 miliar).
Jika ditambahkan dengan gaji kotor, total beban Milan untuk Nkunku mencapai €16,65 juta per tahun, atau sekitar Rp283 miliar.
