RADARTASIK.ID – Perkembangan terbaru dari penyelidikan dugaan kecurangan dalam sistem perwasitan di Italia mulai menemukan titik terang.
Sorotan kini tertuju pada mantan penunjuk wasit Gianluca Rocchi, yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan penting pada Kamis, 30 April, di kantor Kejaksaan Milan.
Rocchi, yang sebelumnya memilih untuk menskors dirinya sendiri dari aktivitas perwasitan, dipanggil oleh jaksa penuntut Maurizio Ascione terkait tiga tuduhan serius.
Baca Juga:Marcus Rashford Memilih Potong Gaji daripada Pulang ke Manchester UnitedSandro Sabatini: AC Milan dan Juventus Wajib Beli Pemain Bintang untuk Dekati Level Inter
Dua di antaranya menyangkut dugaan intervensi dalam pertandingan, termasuk laga Udinese kontra Parma, serta tuduhan penunjukan “wasit tamu” dalam setidaknya dua pertandingan yang melibatkan Inter Milan.
Menurut laporan media Italia, Rocchi kemungkinan besar akan menggunakan haknya untuk tetap diam saat diperiksa.
Hal ini diperkuat oleh pernyataan kuasa hukumnya yang menyebut pihaknya masih menyusun strategi pembelaan.
Dalam keterangannya kepada media, sang pengacara menegaskan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya juga menyebut adanya keterlibatan pihak lain yang belum diungkap identitasnya.
“Ini bukan kasus yang berdiri sendiri. Ada banyak pihak yang mungkin terlibat, tetapi saat ini hanya Rocchi yang menerima pemberitahuan resmi. Situasi ini jelas tidak adil,” ujar pihak kuasa hukum.
Berbeda dengan Rocchi, pengawas VAR Andrea Gervasoni justru memilih bersikap kooperatif.
Gervasoni, yang sempat diskors beberapa hari lalu, dijadwalkan hadir dalam pemeriksaan dan siap menjawab pertanyaan jaksa.
Baca Juga:AC Milan vs Juventus Berakhir Imbang, Inter Butuh Tiga Poin untuk ScudettoDiwawancarai Rooney, Bruno Fernandes Ungkap Ucapan Istrinya yang Membuat Bertahan di Manchester United
Melalui pengacaranya, Michele Ducci, ditegaskan bahwa kliennya akan memberikan keterangan secara terbuka.
Gervasoni sendiri tengah diselidiki terkait dugaan kecurangan olahraga dalam pertandingan Salernitana melawan Modena pada 8 Maret 2025.
Dalam laga tersebut, keputusan penalti sempat diberikan lalu dibatalkan setelah intervensi VAR, memicu kecurigaan adanya pengaruh dari pihak tertentu.
Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan oleh mantan hakim garis Domenico Rocca.
Laporan tersebut kemudian diperkuat oleh pengaduan lain, termasuk dari pengacara Michele Croce pada Januari 2024.
Salah satu insiden kunci terjadi dalam pertandingan Udinese kontra Parma pada 1 Maret 2025.
Saat itu, wasit VAR Daniele Paterna merevisi keputusan penalti dan meminta wasit utama Fabio Maresca untuk melakukan peninjauan ulang di lapangan.
