Dugaan Asusila Pedagang Bakso di Kota Tasikmalaya: Kuasa Hukum Korban Bantah Narasi "Laporan Susulan"

kasus dugaan asusila pedagang bakso di Kota Tasikmalaya
Tim kuasa hukum korban dugaan asusila pedagang bakso di Kota Tasikmalaya memperlihatkan surat laporan ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (28/4/2026) sore. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Meski demikian, komunikasi antar pihak belum menemukan titik temu.

“Tapi berdasarkan komunikasi intens dengan pihak pelapor, keluarga baik dari yang diduga melakukan penculikan maupun korban dugaan asusila belum nyambung. Kalau bisa berdamai sebenarnya itu yang diharapkan. Tapi kalau tidak bisa berdamai, tidak usah saling tawar-menawar, hayuk kita lanjutkan sama-sama,” ujarnya.

Ia menegaskan, pembuktian sebaiknya diserahkan pada proses hukum.

“Buktikan secara jelas nanti di persidangan benar bukan ini sebuah penculikan dan kita juga akan membuktikan apakah benar ada dugaan pelecehan seksual atau tidak. Sama-sama kita buktikan. Tidak perlu saling nuduh ini daya tawar,” katanya.

Terkait wacana langkah hukum lanjutan, Asep menahan diri.

“Saya pikir kita janganlah berbicara mendahului penyelidikan kepolisian. Kami sampai saat ini tidak ingin berbicara fakta dan bukti tentang pokok perkara itu. Kami hanya berbicara secara normatif hukum,” jelasnya.

Ia menekankan, pembuktian bukan ranah pengacara, apalagi opini publik.

Baca Juga:33 Prajurit Kodim 0612 Tasikmalaya Butuh Tindak Lanjut Medis: Hasil Cek KesehatanSekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Tersandera Lahan, Pemkot Tunggu Dokumen Final

“Kalau terbukti atau tidak itu dua alat bukti nanti hasil penyelidikan kepolisian. Bukan hak kita, bukan ranah kita. Pembuktian benar atau salah juga bukan ranah kepolisian tetapi ranahnya pengadilan,” tukasnya.

Asep juga menanggapi santai soal permintaan pra-rekonstruksi ulang yang dipersoalkan pihak lain.

“Ya saya pengen ketawa aja gitu. Itu sekali lagi hak kepolisian, saya tidak akan menjawab itu,” ucapnya singkat—satir, tapi tajam.

Di ujung pernyataannya, ia mengajak publik menahan diri dari penghakiman prematur.

“Saya hanya ingin masyarakat yuk sama-sama kita menilai, ikutilah sampai selesai supaya masyarakat tahu mana yang benar, mana yang salah,” sarannya.

Ia juga berharap kondisi Kota Tasikmalaya tetap kondusif dan tidak tercoreng oleh kabar simpang siur.

“Saya juga ingin Kota Tasik ini kondusif. Saya tidak ingin Kota Tasik ini dianggap sebagai kota yang menakutkan, banyak kriminalitas. Saya minta jangan memunculkan hoax-hoax selanjutnya,” harapnya.

Baca Juga:Insiden Bekasi Timur Ganggu Kereta Api Parahyangan, Sejumlah Perjalanan DibatalkanK3 di Kota Tasikmalaya Diuji Kekompakan, Kepala OPD Sepi saat Senam Bersama

Bahkan, ia memperingatkan kemungkinan langkah hukum baru jika ditemukan penyebaran informasi bohong.

0 Komentar