Agus Khas Jepara!

Ahus jepara
Dr. H. Agus Sutisna, S.H., M.H.
0 Komentar

Mungkin itu pula yang membuat langkah politiknya relatif stabil.

Tiga kali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Jepara. Tidak sekali. Tidak dua kali. Tiga kali.

Rinciannya jelas: Periode pertama, 2014–2019. Dapil Jepara–Tahunan–Kedung–Karimunjawa. Ia dipercaya memimpin Komisi D bidang infrastruktur.

Periode kedua, 2019–2024. Naik peran. Menjadi Ketua Fraksi PPP sekaligus Ketua Komisi A.

Periode ketiga, 2024–2029.

Baca Juga:Bambu Apus Effect!Kisah ASN yang Dukung Musda Itu Berkaitan Relasi Bisnis!

Dilantik 13 Agustus 2024. Langsung dipercaya menjadi Ketua DPRD—awal sebagai sementara, lalu definitif.

Lonjakan yang tidak datang tiba-tiba. Ia menyiapkan diri lewat pendidikan. Panjang. Tidak instan. Dari sekolah teknologi komputer di Bandung. Lalu mendalami bahasa Inggris di Semarang. Kemudian menempuh Ilmu Hukum di Universitas Muria Kudus hingga jenjang S2.

Ia lanjut S3 Ilmu Hukum di Universitas Islam Sultan Agung. Doktor hukum. Tidak semua politisi punya bekal akademik sedalam itu.

Saya semakin paham satu hal: Agus bukan sekadar politisi. Ia juga akademisi. Dan tetap pengusaha. Jarang tiga dunia itu bisa berjalan bersamaan.

Di sela obrolan, saya memperhatikan satu sikap yang menonjol: rendah hati. Tidak ada kesan ingin menonjolkan jabatan. Tidak juga sibuk menunjukkan kekuasaan.

Ia justru lebih banyak bercerita tentang masa awal di Jepara. Tentang usaha mebel. Tentang jatuh bangun. Tentang bagaimana seluruh keluarga akhirnya diboyong ke Jepara.

Tentang bagaimana tanah rantau bisa berubah menjadi tanah harapan. Americano di meja kami perlahan habis.

Buah segar tinggal potongan kecil.

Baca Juga:Di Balik Seragam ASN Itu, Ada Dompet yang Tebal!Tukang Bakso di Tasikmalaya Diduga Diculik Pacar Pelanggannya, Begini Kronologinya

Waktu pun berjalan tanpa terasa. Saya pulang dengan satu kesan kuat: Kadang pertemuan yang tidak direncanakan justru yang paling berkesan.

Bukan di ruang resmi. Bukan di forum politik. Tetapi di lobi hotel. Dengan secangkir Americano panas. Dan seorang Ketua DPRD yang masih fasih berbahasa Sunda—meski lidahnya sudah medok Jawa. (red)

0 Komentar